27 Sep

Panduan Cara Merubah Alamat Website menjadi WWW di WordPress

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Sering kita lihat alamat website yang menggunakan www dan yang tidak menggunakan www.

Apa bedanya?

Secara teknis ada bedanya meskipun untuk keperluan SEO (Search Engine Optimization), tidak ada bedanya.

Mengakses domain non WWW (naked domain) artinya browser kita mengakses langsung ke IP server hosting. Tetapi, jika mengakses WWW browser kita tidak langsung mengaksesnya, tetapi oleh DNS akan diarahkan ke alamat IP hosting kita. Hosting kita memiliki banyak server.

Nama domain dengan WWW menuju ke nama alias dari domain kita. Dari sini, browser bisa diarahkan ke berbagai server yang ada di hosting tersebut.

Misalnya di hosting Go Daddy.com. Ada banyak server disana yang bisa digunakan untuk backup situs kita saat server utama down.

Jadi, kita masih bisa pindah server di dalam hosting yang sama. Misalnya ke server backup tanpa membuat situs down.

Inilah sebabnya, kita sebaiknya menggunakan WWW untuk nama domain kita.

Selain alasan diatas, ada juga alasan lain untuk menggunakan nama WWW bagi website (WordPress)  kita.

Alasan menggunakan WWW untuk Website.

  • Bisa pindah server dalam 1 hosting.

  • Memudahkan pengelolaan saat website besar.

  • Memungkinkan fitur Fail Over.

  • Menyediakan Cookie atau konten statik.

  • Orang biasa mengenal alamat website dengan WWW.

Penjelasan:

  • Bisa pindah server dalam 1 hosting.

Keuntungannya seperti disebutkan diatas.

  • Memudahkan pengelolaan saat website besar.

Sebenarnya, WWW memudahkan pengelolaan kita saat pengunjung kita menjadi banyak. Google, Facebook serta website besar lainnya menggunakan WWW.

Alamat dengan WWW juga penting jika kita mulai membuat subdomain untuk domain website utama kita.

  • Memungkinkan fitur Fail Over.

Jika trafik website kita sudah menjadi sangat besar, maka server down bisa menjadi masalah. Kita harus bisa mengalihkan website ke server backup dengan mudah dan tanpa membuat website down.

Jika kita menggunakan alamat IP dari hosting kita, kita masih bisa membackup data ke server yang lain. Browser pengunjung masih mampu mengakses IP hosting kita. Tetapi, tanpa WWW, browser pengunjung akan langsung mengakses server kita yang kebetulan sedang down tadi. Dan tidak bisa ditujukan untuk mengakses server backupnya.

Kita bisa melakukan Fail Over dengan cara mengupdate DNS record. Kita mengubahnya dengan DNS CNAME record. Naked domain (non WWW) tidak memiliki CNAME record.

  • Menyediakan Cookie atau konten statik.

Cookie atau cache merupakan hal umum yang digunakan untuk mengoptimasi kecepatan website.
Bahkan, ada CDN seperti Cloudflare Yang disediakan secara khusus untuk melayani keperluan semacam ini.

Dengan WWW, coockie tidak akan terkirim ke subdomain kita. Jika semua cookie terkirim ke subdomain, maka sambungan internet kita menjadi lemot.

Tanpa www, cookie akan terkirim ke semua subdomain kita.

Ada situs yang mengirim cookie ke semua subdomain yaitu Google. Google menggunakannya untuk keperluan login tunggal.

Tetapi, jika kita yang melakukannya, maka biaya kita akan besar sekali karena perlu server yang super cepat.

  • Orang biasa mengenal alamat website dengan WWW.

Yang terakhir ini tentunya bukan soal teknikal. Tetapi hanya kebiasaan saja.

Orang awam masih ada yang menanyakan “alamat WWW nya apa?” Jadi alamat website dengan WWW lebih dikenal secara umum.

Lalu, bagaimana cara merubah nama non WWW menjadi WWW di WordPress?

Mengubah file wp-config.php

Kita masuk cPanel kita dan mengedit file wp-config.php.

Jangan hanya mengubah database saja. Dengan mengubah database, kita sudah bisa mengubah situs ke WWW. Tetapi, ubahannya akan menghasilkan loop yang berkelanjutan.

2.  Mengubah database.

Masuk ke cPanel dan gunakan PHPMyAdmin. Kita masuk ke table option di database WordPress dan edit di bagian siteurl dan home menjadi WWW.  Jangan sampai lupa menambahkan protokol kita apakah http:// atau https://.

Kita juga perlu mengubah tabel post dengan menambahkan WWW pada domain kita.

Yang terakhir, kita ubah site meta.

Database perlu kita edit supaya semua link menuju ke nama domain baru dengan www.

Test alamat baru

Kita bersihkan cookie atau cache browser kita terlebih dahulu.

Kita panggil lagi nama domain kita di browser dengan nama lama tanpa WWW. misal lawangtechno.com.

Jika sudah berhasil, kita akan mendapatkan situs kita langsung redirect ke alamat baru dengan WWW. –> www.lawangtechno.com.

Kemudian, kita masuk ke dasboard wordpress, apakah ada masalah redirect?

Redirect untuk Google.

Redirect ini gunanya untuk keperluan SEO atau Search Engine Optimization.

Google masih mengetahui alamat situs kita tanpa WWW. Jadi, perubahan alamat ini pasti merusak SEO kita.

Kita perlu merubah redirect dari 302 atau temporary menjadi redirect 301 atau permanen.

Cek redirect kita di http://www.redirect-checker.org/index.php.

Masukkan alamat situs kita tanpa WWW  dan lihat hasilnya. Jika redirect kita 302, kita perlu redirect di cPanel atau di CDN kita.

Gunakan menu redirect pada cPanel atau jika menggunakan Cloudflare, kita perlu menambahkan rule.

Kemudian, kita check lagi ke http://www.redirect-checker.org/index.php. Jika redirect sudah 301. maka pekerjaan kita tinggal satu lagi.

Masuk ke Google Analytic. Kita seting “enable multiple subdomain tracking.” dan jika sudah, kita akan mendapat laporan domain WWW dan non WWW dalam 1 properti kita.

Menggunakan nama WWW jauh lebih menguntungkan bagi kita. Tetapi, jika sudah terlanjur menggunakan nama domain tanpa WWW, kita tetap bisa mengubahnya.

Hanya saja, Untuk WordPress kita perlu meredirect juga link kita dengan benar dari databasenya. Ini supaya kita tidak mendapat loop redirect yang berulang dan merusak SEO halaman kita.

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply