23 Jun

Bagaimana Cara Mempercepat Situs WordPress dengan AMP (Accelerated Mobile Pages)

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Bagaimana mempercepat situs wordpress dengan AMP

Bagi pengguna internet, kecepatan sebuah situs saat dibuka sangat penting. Pengguna internet jarang ada yang mau menunggu situs yang terbuka lebih dari 4 detik, apalagi jika berinternet menggunakan smartphone. Yah, bagaimana lagi. Layar berukuran kecil jadi yang terlihat hanya 1 halaman saja. Jika menggunakan PC yang layarnya 24 inchi, ada situs lambat akan dikompensasi dengan menunggu sambil melihat halaman lain.

Sayangnya, kini lebih dari 60% internet di Indonesia diakses menggunakan perangkat mobile. Jadi, situs kita mesti lebih cepat dari 3detik saat dibuka atau kita bisa kehilangan peluang mendapatkan pengunjung.

Jika situs lambat, mara bounce rate atau rasio pentalan akan tinggi. Pengunjung seperti ini akan langsung meninggalkan situs karena dirasa lambat saat dibuka.

Apa itu AMP (Accelerated Mobile Pages)

Google, sbagai salah satu pelopor internet, telah membuat sebuah proyek untuk memenuhi kepuasan para pengguna internet ini. Proyek ini dinamai AMP. AMP adalah proyek open source dari Google yang bertujuan untuk mempercepat tampilan web saat dibuka melalui perangkat mobile.

AMP menggunakan versi CSS terbatas, html dan sangat sedikit JavaScript.

Yang terpenting, dengan memasang plugin AMP di situs, google akan membuat versi cache situs kita dan menyimpannya di database mereka. Jadi, ketika seorang pencari menemukan situs kita di hasil pencarian, maka Google akan menampilkan versi cache tersebut.

Hasilnya tentu situs akan terbuka jauh lebih cepat karena yang dibuka adalah versi statisnya.

Keuntungan menggunakan AMP

  • Situs terbuka lebih cepat

Pengunjung akan membuka versi cache yang artinye akan terbuka hingga 4 kali lebih cepat daripada versi aslinya.
Mengurangi rasio pentalan atau “bounce rate.”

Rasio pentalan akan berkurang jauh karena situs kita bisa jauh lebih cepat terbuka. Jadi, pengunjung akan benar – benar menunggu hingga web terbuka dan berkunjung ke situs.

  • Menaikkan rangking di hasil pencarian search engine (SEO Friendly)

Dengan situs yang cepat terbuka, maka rangking halaman kita akan naik dengan cepat.

  • Support Google Adsense

Kita bisa menggunakan iklan Google Adsense untuk situs AMP kita. Google secara tegas menyatakan bahwa Google Adsense dengan semua fiturnya support untuk AMP. Kita hanya perlu menyesuaikan kode iklannya sesuai panduan Google saja.

Untuk panduannya, Anda bisa menemukan panduannya di https://support.google.com/adsense/answer/7183212?hl=id.

Kerugian Accelerated Mobile Pages (AMP)

  • Jumlah pengunjung berkurang

Masalahnya, pengunjung akan berkunjung ke situs cache milik Google tadi, bukan di situs kita. Jadi, kunjungan langsung ke situs kita akan berkurang.

Mungkin juga, Anda bisa melihatnya sebagai kelebihan karena beban server kita akan berkurang dengan jumlah pengunjung langsung yang berkurang.

  • Iklan pop up tidak akan muncul

Bagi yang menggunakan iklan pop up, Google tidak akan memunculkan iklan Anda.

  • Hanya mensupport Google Analytics untuk saat ini

Bagi yang menggunakan analytics produk lain, mohon maaf belum disupport oleh Google. Meskipun begitu, Google sedang berusaha mendukung untuk analytics lainnya lagi.

  • Sekali plugin AMP dipasang, tidak bisa dilepas lagi

Tidak tahu mengapa fiturnya seperti ini. Tampaknya Google memang menginginkan kita untuk menggunakan AMP. Jadi, sekali pasang tidak ada jalan untuk balik lagi.

Jika ingin balik tanpa AMP, kita harus menggunakan 301 redirect. Saat ini, pilihannya hanya itu.

  • Tampilan situs berubah

Karena AMP hanya menggunakan kode CSS, HTML dan JavaScript sangat terbatas / yang paling perlu, maka penampilan situs berubah total. Dibanding tampilan situs dengan theme responsive, tampilan AMP jauh lebih sederhana. Warna, header dan sebagainya mungkin akan hilang.

Tetapi, jangan khawatir tentang konten, gambar atau media kita akan tetap tampil dengan baik dan teroptimasi.

Apakah perlu memasang AMP?

Ini semua terserah keputusan Anda. Saya sih cenderung memasang di situs percobaan terlebih dahulu. Saya akan mengevaluasinya apakah sesuai untuk keperluan situs saya. Apakah semua situs saya memerlukan AMP. Atau semua jenis situs cocok dengan AMP.

Jika saya merasa cocok, ya saya gunakan terus.

Bagaimana cara memasang AMP di situs WordPress?

Silahkan pasang plugin AMP untuk wordpress. Kemudian silahkan melihat tampilan versi AMP di Appearance –> AMP.

Warna background header dan warna text bisa kita ubah> Logo situs kita juga bisa digunakan apabila temanya cocok dengan plugin.

Kalau ingin mengecek tampilan versi AMP melalui komputer. silahkan cek salah satu alamat post. Kemudian tambahkan /amp/ di akhir url tadi.

Misalnya: http://namablog.com/2018/06/my-blog-post/amp/

Link asli untuk AMP ini bentuknya seperti ini: <link rel=”amphtml” href=”http://namablog.com/2018/06/my-blog-post/amp/” />

Error 404

Apabila mendapatkan error 404, maka kita reset permalink kita. Silahkan masuk ke: Setting –> Permalinks dan klik “save Changes.” Kita tidak perlu mengubah apapun, hanya klik Save Changes tadi untuk mereset ulang permalink.

Mengecek performa AMP

Sebelumnya, pastikan halaman AMP kita tervalidasi. Silahkan cek di: ttps://www.ampproject.org/docs/guides/validate.

Silahkan masuk ke Google Search Console –> Tampilan Penelusuran –> Laman Seluler Yang Dipercepat.

Kita perlu melihat dalam beberapa hari sebelum tampilan AMP ada di Google Search Console.

Menyambungkan AMP dengan Yoast SEO

Silahkan instal plugin “Glue for Yoast SEO and AMP” sehingga AMP bisa mendukung postingan kita. Secara default, posting kita akan didukung AMP, tetapi page dan media bisa kita pilih.

Untuk pilihan lain, ada banyak pluigin untuk mengkustomisasi halaman AMP kita. Bahkan, kita juga bisa memiliki widget serta ikon medsos di halaman AMP kita.

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply