02 Oct

Apa Bedanya Server Cloud Dengan Server CDN

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Apa Bedanya Server Cloud Dengan Server CDN?

Secara sederhana, CDN atau Content Delivery Network adalah jaringan server yang menggandakan file situs kita dan melayani pengunjung dari server yang terdekat.

Server Cloud adalah kumpulan server yang menyimpan data situs kita. Data situs ini dibagi ke banyak server di jaringan tersebut sehingga jika 1 server down, situs kita tetap akan live dengan bantuan server lainnya.

CDN ditujukan untuk melayani pengunjung dengan konten statik dan menawarkan kecepatan kepada pengunjung.

Cloud Server menawarkan kekuatan untuk melayani banyak pengunjung sekaligus.

CDN merupakan server yang terletak di tempat berjauhan yang melayani pengunjung dari server terdekat.

Cloud merupakan kumpulan server yang berada di sebuah data center di suatu lokasi.

CDN memungkinkan situs kita menjadi jauh lebih aman. Tentunya karena serangan ke situs kita pastinya akan lewat server CDN terlebih dahulu dan belum tentu bisa masuk ke situs kita.

Jadi, itulah inti perbedaan CDN dengan Cloud Server.

Untuk gambaran lebih lengkap ada dibawah.

CDN melakukan mirroring situs kita dan meletakkan datanya di server beerbagai negara.

Misal kita memiliki situs dengan server di Indonesia. Jika website kita dikunjungi orang russia, maka data situs harus berjalan sangat jauh sebelum mencapai Russia. Jika menggunakan CDN, maka server CDN di Eropa, kemungkinan di Russia juga, yang akan melayani pengunjung tersebut. Jadi, situs kita pasti akan terbuka jauh lebih cepat.

Bagi pemilik situs yang memiliki gambar yang berat, maka CDN akan sangat membantu untuk delivery content kita. Konten gambar serta video akan jauh lebih cepat terbuka.

Kalau untuk konten artikel sih, kelihatannya biasa – biasa saja. Akan ada peningkatan kecepatan, meskipun tidak terlalu drastis.

Kemudian, keunggulan CDN adalah harganya yang murah. Kita bisa membuat situs kita, di shared hosting berjalan lebih cepat dari yang semestinya.

Situs yang cocok dengan CDN adalah situs yang trafiknya tinggi, memiliki banyak visitor dari banyak negara.

Misal, situs media sosial, situs ecommerce serta lainnya.

Untuk situs terkenal, yang menggunakan CDN ada banyak. Misal Yahoo, Facebook dan Google.

Untuk keamanan situs, serangan DDOS attack sepertinya agak sulit menjangkau server kita secara langsung.

DDOS attack adalah serangan yang berupa permintaan (request) kecil – kecil dalam jumlah sangat banyak. Tujuannya supaya situs dan server kita kelebihan muatan dan down.

DDOS attack ini biasanya dilakukan jika hacker gagal masuk ke situs kita dengan membobol username serta password.

Yah, macam orang ngambek gitu, gagal membobol terus dirusak.

Secara umum, hacker akan menyerang copy situs kita di server CDN terlebih dahulu sebelum bisa memasuki server asli kita.

Saat seting CDN, kita harus mengganti DNS name server kita dengan milik server CDN. Jadi, IP address kita juga merupakan IP milik CDN. Ini adalah keunggulan lain bagi keamanan situs kita.

Untuk Cloud server, ini adalah layanan yang menggabungkan komputer dengan jaringan internet.

Sebenarnya, penyimpanan cloud tidak hanya sebatas untuk penyimpanan data situs saja. Kita bisa menyimpan data lainnya seperti data perusahaan bahkan film kita.

Tetapi, penyimpanan Cloud ini menyediakan kekuatan yang besar dari segi sumberdaya.

Dengan banyaknya server didalam cloud, maka website kita bisa melayani banyak pengunjung sekaligus.

Karena jumlah server banyak, sebuah situs bisa menerima pengunjung hingga jutaan orang sebulan dengan lebih mudah.

Kemudian, karena servernya banyak, maka sebuah penyimpanan di cloud bisa tersedia hingga 10TB. Jumlah ini melampaui jumlah penyimpanan 1 hargdisk yang besar.

Tetapi di cloud, kapasitas ini didukung oleh banyak server sekaligus.

Keuntungan lain dari server cloud adalah keamanan dari data yang hilang. Data kita disimpan tidak hanya di satu server saja. Jadi, ketika data offline hilang, kita bisa mengunduhnya kembali.

Meskipun begitu, kita pasti perlu sambungan internet jika ingin mengunduh ulang data kita. sambungan ini harus besar jika data kita besar.

Lalu, apakan mungkin menyambungkan data server cloud dengan CDN?

Jawabannya belum tentu memungkinkan. Jika, penyedia cloud dan CDN berbeda.

Bahkan, pertanyaan ini agak terbalik.

Sebenarnya, ada fasilitas CDN dalam cloud. Server cloud membagi data kita ke beberapa server sekaligus.

Jika ditambah fasilitas cdn, maka situs kita akan ditampilkan melalui server yang terdekat dengan pengunjung. Jika tidak ada fasilitas CDN, maka beban data akan dibagi secara merata ke berbagai server yang ada di jaringan.

Jika kita ingin penyimpanan cloud yang ada fasilitas CDN, kita bisa menggunakan Akamai. Jika kita mendaftar Akamai CDN, maka storage kita pastilah server Cloud.

Hasil akhirnya memang lumayan cepat dan handal dibanding server biasa.

Kemudian, jika situs kita pengunjungnya dari Indonesia, apakan perlu layanan CDN?

Server CDN yang terdekat saat ini ada di Singapura. Jadi, server CDN terdekat belum tentu lebih dekat daripada server Indonesia sendiri. Menggunakan CDN disarankan jika kita memiliki pengunjung dari luar negeri. Atau menggunakan bahasa asing di situs kita. Katakan saja Anda menawarkan guest house untuk orang Jepang dengan website berbahasa Jepang.

Tetapi, untuk keamanan, server CDN tetap lebih aman daripada server tunggal shared atau VPS kita.

Nah, bagi yang ingin mencoba CDN, bisa mencoba CloudFlare. Ini ada versi gratisnya dan lumayan menambah cepat halaman yang banyak gambarnya.

Please rate this



Share this

Leave a reply