09 Oct

Bagaimana Membuat Plugin WordPress Loading lebih Cepat

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Kita memakai beberapa plugin di situs wordpress kita. Kemudian kita juga ingin tahu bagaimana membuat plugin wordpress loading lebih cepat.

Beberapa plugin yang baik, bisa jadi hanya menambah beberapa file saat loading. Tetapi sebuah plugin yang kurang baik bisa menambah 12 file sekaligus.

Padahal, plugin ini loading setelah core website kita loading.

Cara kerja plugin tergantung kepada fungsinya. Plugin ada yang membuat panggilan ke database di backend dan ada yang meloading CSS, javascript dan lainnya di front-end.

Untuk memanggil dan loading database, pasti perlu waktu. mayoritas plugin akan memanggil HTTP untuk meload aset seperti CSS, gambar dan juga script. Untuk setiap request, waktu loading situs kita pasti bertambah.

Tetapi, jika plugin kita terlalu banyak, maka situs kita akan melakukan lebih banyak http request yang akhirnya membuat situs menjadi lambat.

Untuk melihat file apa saja yang loading saat situs kita dibuka, kita bisa menggunakan Google Chrome.

Buka Google Chrome. Ambil tanda paling kanan. Tanda 3 titik vertikal. Kemudian pilih Developer tools.

Kita kemudian me-reload situs kita. Saat reload ini akan terlihat apa saja file yang sedang loading di situs kita.

Untuk layanan dari luar, kita bisa menggunakan Pingdom atau GTMetrix. Dengan kedua tools diatas, kita bisa melihat file apa saja yang sedang loading.

Cara mengoptimasi aset plugin wordpress.

Ada cara yang standar untuk menjalankan script dan CSS wordpress:

wp_enqueue_style and wp_enqueue_script

Mayoritas developer menggunakan cara diatas untuk me-loading file plugin.

Kemudian, ada fungsi mudah untuk men – deregister script dan CSS diatas.

Kita tidak bisa mematikan script atau CSS begitu saja. Hal semacam ini bisa merusak plugin atau membuat error.

Caranya yang standar:

Kita temukan nama atau handle untuk stylesheet (CSS) dan script yang ingin kita matikan.

cara membuat plugin wordpress loading lebih cepat 1

Setelah menemukan handle nya, kita tambahkan code berikut di functions.php atau plugin yang spesifik.

  • Men-deregister stylesheet (CSS).

add_action( 'wp_print_styles', 'my_deregister_styles', 100 );
function my_deregister_styles() {
wp_deregister_style( 'gdwpm_styles-css' );
}
Kita bisa men-deregister script dan CSS sebanyak yang kita inginkan.
add_action( 'wp_print_styles', 'my_deregister_styles', 100 );
function my_deregister_styles() {
wp_deregister_style( 'gdwpm_styles-css' );
wp_deregister_style( 'bfa-font-awesome-css' );
wp_deregister_style( 'beberapa-stylesheet-handle-lain' );
}
Proses ini mempengaruhi fitur plugin kita di situs. Jadi kita perlu copy paste setiap CSS yang kita deregister di CSS theme kita. Atau, kita tambahkan sebagai custom CSS.
  • Menonaktifkan plugin Javascript.

Kita juga perlu menemukan handle yang digunakan plugin untuk loading script Javascript tadi.
Kita bisa code nya melihatnya satu persatu.
Atau:
Menambahkan code berikut di functions.php
function wpb_display_pluginhandles() {
$wp_scripts = wp_scripts();
$handlename .= "<ul>";
foreach( $wp_scripts->queue as $handle ) :
$handlename .=  '<li>' . $handle .'</li>';
endforeach;
$handlename .= "</ul>";
return $handlename;
}
add_shortcode( 'pluginhandles', 'wpb_display_pluginhandles');
Setelah code ini ditambahkan, kita bisa menggunakan shortcode (plugin handle) untuk mendisplay daftar dari handle script tadi.
Code untuk deregister akan menjadi seperti ini:
add_action( 'wp_print_scripts', 'my_deregister_javascript', 100 );
function my_deregister_javascript() {
wp_deregister_script( 'contact-form-7' );
Atau kita deregister secara massal:
add_action( 'wp_print_scripts', 'my_deregister_javascript', 100 );
function my_deregister_javascript() {
wp_deregister_script( 'contact-form-7' );
wp_deregister_script( 'gdwpm_lightbox-script' );
wp_deregister_script( 'another-plugin-script' );
}
Mengaktifkan script hanya untuk halaman tertentu saja.
Misal, kita ingin mengaktifkan contact form 7 di halaman kontak.
Ini code nya:
add_action( 'wp_print_scripts', 'my_deregister_javascript', 100 );
function my_deregister_javascript() {
if ( !is_page('Contact') ) {
wp_deregister_script( 'contact-form-7' );
}
}
Jadi, semua script contact form -7 akan dimatikan kecuali di halaman kontak saja.
Menonaktifkan script semacam ini membuat plugin tidak bekerja sempurna. Untuk membuatnya bekerja, kita perlu mengkombinasikan JavaScript yang ada.
Terkadang, jika tidak tahu code apa yang kita ubah, bisa membuat error. Jadi, jangan takut mencoba.
Yang terpenting, jangan dicoba langsung di situs yang live. Kita lebih nyaman menggunakan situs di localhost saja.

Berapa banyak plugin yang kita butuhkan?

Sebenarnya, menjawabnya tidak bisa begitu saja. Banyak hal yang harus diperhatikan. Tetapi, setidaknya kita bisa melihat jika ada  1 atau 2 plugin yang tidak efisien seperti ini.

Bagaimana cara memilih plugin WordPress?

Sebaiknya, menggunakan plugin dengan instalasi aktif yang banyak. Jadi kita tidak menjadi sendirian di rumah.

  • Gunakan plugin dengan rating yang tinggi.

Gunakan review terutama untuk kecepatan plugin. Selain itu, pastikan juga kita sudah membaca semua manualny2.

Kita test terlebih dahulu. Jika memungkinkan kita bisa melihat berapa kecepatan plugin kita saat loading.

Ingat, ada plugin yang filenya loading untuk setiap halaman situs yang loading. Jadi, pengaruh plugin bisa sangat besar.

  • Kunjungi halaman FAQ dan catatan lainnya.

Informasi semacam cara menggunakan plugin untuk menambah widget sangat bisa bermanfaat.

  • Mengetest plugin kita.

Jika plugin ini ternyata dibuat oleh programer pemula yang baru lulus, maka bisa jadi plugin ini membuat situs loading secara lambat.

Kita test plugin dan kecepatan situs dengan, Pingdom atau GTMetrix.

Kita matikan plugin, kita test kecepatan load situs kita.

Jika plugin terlihat membebani situs kita, maka sebaiknya kita buang saja.

Cara benar mengetest kecepatan plugin wordpress

Kita bisa melihat tampilan diatas. Sebuah plugin menambah waktu loading hingga 0,8 detik. Bagi pengunjung, waktu ini lumayan lambat.

Untuk kolom request, Kita bisa melihat requestnya bertambah dari 21 menjadi 33. Artinya plugin ini berkontribusi besar untuk pwrlambatan.

Sebenarnya, kita perlu mengetes banyak plugin yang kita gunakan. Untuk theme tertentu, ada juga plug-in yang ternyata mereka gabungkan di theme tersebut.

Jika kita menemukan plugin yang sudah menjadi paket dengan theme, biasanya plugin sudah lumayan cepat. Ini karena developernya biasanya sudah mengetesnya sendiri sebelum “dijadikan paket.”

Tetapi, tidak ada salahnya jika kita test juga.

  • Apa yang dilakukan saat plugin tidak bekerja?

Pertama, kita non aktifkan semua plugin dan kembali ke theme standard wordpress. Themenya adalah twenty one atau twenty seventeen. Kemudian plugin kita aktifkan. Jika masih aktif dan bagus, maka plugin itu masih bagus.

Yang bermasalah barangkali theme kita yang tidak sesuai standar WordPress.

Jika dengan theme standar tidak bekerja baik, maka Anda dipersilahkan untuk meminta support.

  • Tips plugin yang lain.

Plugin dibuat oleh developer dengan kreatifitas yang tiggi. Sebuah plugin atau theme dibuat dengan waktu yang panjang oleh developernya.

Jadi, jika kita menemukan bahwa plugin yang bersangkutan bermanfaat untuk kita, silahkan Melakukan salah satu hal dibawah:

  • Memberi donasi.

Donasi biasanya tidak banyak. 5 dollar biasanya cukup. Ini adalah tanda apresiasi dan bukan harga plugin.

  • Memberi rating domain.

Banyak pengguna plugin yang lupa memberi rating untuk plugin yang bermanfaat. Rating dan review sebenarnya membantu orang mendapat pengalaman yang sama. Dan, membantu developer untuk mengembangkan pluginya.

  • Mention.

Kita sebutkan plugin yang kita gunakan untuk pembaca kita atau di media sosial kita.

Kesimpulan.

Ini adalah beberapa tips untuk mempercepat plugin serta memilih plugin WordPress yang baik. Plugin WordPress sangat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi situs kita. Tetapi, jika tidak di-coding- atau diprogram dengan benar, maka plugin wordpress bisa membebani sistem kita.

Jadi, kita harus membuatnya menjadi lebih cepat jika masih ingin menggunakan plugin tersebut. Salam sukses!

Please rate this



Share this

Leave a reply