06 Nov

10 Tips Aman Belanja Dan Transaksi Online

Berbelanja online yang aman memang banyak didambakan orang. Alasannya, kepraktisan belanja online juga bisa mendapat barang seperti jika membeli secara langsung.

Tetapi, kendala keamanan ini memang masih menghantui. Jika kita tahu toko online nya besar, mungkin kita akan merasa lebih aman.

Meskipun sebenarnya, kita bisa saja melaporkan nomor rekening yang digunakan untuk menipu supaya diblokir, dan kemudian diproses. Tetapi, tetap saja hal seperti ini ribet dan membuang tenaga kita.

Jika bisa, kita inginnya transaksi kita aman dari awal dan lancar. Karena itulah, ada beberapa hal yang layak untuk diperhatikan supaya transaksi online aman.

Melakukan riset untuk website / situs bersangkutan

Cara ini adalah cara standar untuk mengetahui keamanan situs yang kita akan belanja disana.

Yang jelas, kita coba hubungi nomor teleponnya. Jika ada, pastikan lokasinya di peta. Biasanya bisnis sekarang mencantumkan lokasi mereka di situsnya. Google Map ini memang bisa tidak akurat, tetapi jauh lebih baik jika ada daripada tidak.

Kemudian, jika di Google Map tadi ada nama perusahaannya / nama usaha, maka lebih baik. Terkadang, ada orang yang membuat website di jasa pembuatan website. Kemudian tidak membagi atau share lokasi usaha. Pembuat websitenya kemudian kira – kira saja membuatkan lokasi di Google Map.

Biasanya, cara ini juga belum bisa membuat TAG alamat usaha tadi di Google. Hasilnya, alamat di Google hanya berupa alamat dan bukan nama subuah usaha. Kami sendiri juga beberapa kali membuatkan peta untuk klien dengan data alamat saja tanpa TAG di Google Maps secara langsung karena mereka lupa memberi share alamat waktu kami minta.

Masalahnya, jika alamat itu sekedar kami beri TAG, maka bisa saja meleset ke alamt tetangga.

Tetapi, jika sebuah situs ada alamat pasti, itu lebih baik daripada tidak.

Baca Juga :   Jasa Buat Web Company profile, Jasa Pembuatan Website Company profile, Harga Website Company Profile

Kemudian, kita cari ulasan di Google jika ada. Jika tidak ada ulasan bukan berarti jelek atau bagus. Tetapi jika ada ulasan jelek, bisa Anda tinggal saja.

Meskipun begitu, secara umum sebuah usaha yang sudah bertahun – tahun pasti pernah kena komplain.

Untuk komplain, jangan sampai soal pengiriman tidak terkirim atau barang rusak tidak diganti. Hal ini penting. Karena, ada juga toko nakal yang secara random tidak mengirim barang atau mengirim barang rusak ke konsumen. Jika misalnya 1 barang rusak banding 8 yang bagus dikirim, mungkin usaha mereka masih bisa jalan terus. Karena, konsumen menganggap toko ini masih mengirim barang juga meskipun bisa saja memang sengaja nakal seperti itu.

Memperhatikan kebijakan situs terhadap data pribadi

Pastikan bahwa situs tidak menggunakan data pribadi kita untuk kepentingan yang lain selain transaksi kita.

Situs juga tidak boleh memberikan data pribadi kepada pihak lain tanpa ijin dari kita.

Membaca deskripsi produk dengan baik

Deskripsi produk sangat penting. Kita jangan merasa membeli barang yang tidak sesuai harapan. Jika masih bingung soal dimensi / ukuran, warna, material barang atau lainnya, lebih baik bertanya secara langsung untuk memastikan.

Kemudian, ada baiknya minta foto barang yang dikirim ke kita sebelum dikirimkan. Ini gunanya untuk memastikan dan membandingkan saat barang datang ke rumah.

Kita juga patut curiga jika ada barang bermerk yang diberi harga murah atau cuci gudang dan sebagainya.

Memang, HP seharga 8 juta bisa kita beli 5 juta. Tetapi, itu belinya langsung dari importir atau pabriknya. Dan jumlahnya banyak beberapa kontainer untuk dijual kembali. Kalau satu – satu sih, sebaiknya dihindari saja.

Jangan mudah tergoda tawaran barang murah

Barang murah memang menyenangkan. Tetapi barang murah itu biasanya volume pembeliannya banyak. Bahkan, mereka yang mengaku grosir juga masih menjual dengan harga eceran. Ini kenyataannya, jadi kalau Anda mau barang murah, datang langsung ke pabrik dan membeli dalam jumlah besar.

Ada tanda https dan bukan hanya http di alamat website

Jika website bersangkutan meminta form untuk mengisi data kita, pastikan ada https didepan alamat website bersangkutan. Alamat dengan https menandakan bahwa informasi dari website dienkripsi sebelum dikirimkan. Jika dipotong dan ditangkap ditengah jalan, datanya tidak bisa dibaca dengan mudah.

Baca Juga :   Menemukan Bisnis Online yang Tepat untuk Anda

Situs tanpa https atau situs dengan http saja mengirim data tanpa dienkripsi. Jika disadap ditengah jalan, maka data terbaca apa adanya.

Menggunakan PC dan jaringan yang aman

Pastikan minimal kita memiliki antivirus. Jadi, PC tidak ada aplikasi pembaca password dan sebagainya milik orang lain. Kemudian, jaringan juga punya firewall dan bisa menginstall spyware juga di PC atau laptop kita.

Yang jelas, jangan bertansaksi online dengan Wifi publik. Keamananya sangat tidak terjamin.

Mempertimbangkan untuk COD atau bertemu / datang langsung

COD atau bertemu langsung ke rumah / tempat usaha mungkin diperlukan. Setidaknya sekali, kita bisa mendatangi lokasi usaha yang ada.

Jika usaha tadi jujur, pastinya tidak keberatan jika kita datang langsung. Biasanya sih malah mereka tidak repot mengemas dan mengirim barang jika kita datang sendiri.

Jika ada yang keberatan didatangi, maka patut dicurigai menipu.

 Mempertimbangkan cara pembayaran

Cara pembayaran lewat transfer dicatat pihak bank sebenarnya. Saat ini rekening yang menipu bisa diblokir jika diperlukan.

Tetapi, membayar secara cash juga boleh jika Anda bisa bertemu langsung penjualnya.

Untuk pembayaran langsung dengan kartu kredit, pastikan situsnya aman. Pihak bank pasti tidak mau bekerja sama dalam pembayaran kartu kredit langsung jika situs website tidak aman.

Seberapa aman? biasanya sih sesuai standar transaksi online milik bank nya sendiri.

Jadi, penjual kecil pasti tidak punya kesempatan dibayar dengan kartu kredit secara langsung. Karena tentu saja, situs kecil tidak pernah se-aman milik bank.

Anda bisa membatalkan pembayaran jika ada situs e-commerce kecil meminta nomor kartu kredit Anda.

Menggunakan rekening bersama ( rekber )

Rekening bersama merupakan sarana yang mudah untuk bertransaksi online. Biasanya rekber juga tahu penjual online jujur atau penipu yang pura – pura menjual. Mencari rekber bisa di forum – forum. Mereka bahkan bisa membayarkan untuk pembelian di situs seperti eBay, DHGate, Amazon atau situs jual beli besar lain asal luar negeri.

Untuk saya pribadi, saya pernah beberapa kali minta dibelikan hosting dan nama domain lewat rekber di beberapa provider asing. Bukan karena tidak percaya dengan providernya, tetapi sekedar karena saat itu saya tidak punya kartu kredit.

Memang rekber ada komisinya, tetapi, ibaratnya kita cuma terima beres barang datang ke kita.

Baca Juga :   Panduan Cara Sukses Affiliate Marketing

Memeriksa harga total

Yang jelas, harga total, biaya kirim, biaya kemasan khusus jika ada serta pajak harus dihitung. Kemudian, jika ada biaya khusus yang terkait barang Anda, harus dihitung juga. Jangan sampai merasa kemahalan setelah ditagih.

Menyimpan bukti transaksi

Bukti transaksi beserta deskripsi barang, kuitansi digital dan termasuk salinan email dengan penjual perlu disimpan.

Mematikan PC sesuai transaksi

Gunanya menghindari ada malware yang ikut bertransaksi setelah kita betransaksi.

Inilah beberapa tips aman untuk membeli secara online. Jika Anda berniat berjualan online juga, silahkan membuat website untuk usaha Anda. Daftar harga website bisa Anda lihat di link tersebut. Dan, LAWANG TECHNO siap membuat website yang profesional dan meyakinkan para pengunjung website Anda untuk membeli. Semoga bermanfaat dan salam sukses luar biasa !

Leave a reply