15 May

Code Hack untuk WordPress Tanpa Plugin, Sederhana tapi Keren

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

WordPress memang telah membuat banyak fitur yang bisa digunakan dengan beberapa klik. Tetapi, terkadang kita melihat ada website yang membuat beberapa fitur berbeda yang memerlukan beberapa code program tertentu. Jika Anda mencari beberapa code program untuk mengubah wordpress tanpa plugin, kami memiliki beberapa koleksi yang keren untuk Anda.

*Peringatan! code – code program dibawah bisa merusak situs web Anda. Pastikan Anda memiliki backup sebelum menggunakan code – code dibawah.

Kemudian, pastikan Anda memiliki akses ke Cpanel. Jadi Anda bisa mengembalikan code program yang berubah melalui Cpanel jika diperlukan.

  • Mengganti logo login dengan logo login milik sendiri:

Anda copy paste saja code dibawah di functions.php:

function my_custom_login_logo() { echo<style type=text/css>

h1 a { backgroundimage:url(‘.get_bloginfo(‘template_directory‘).’/images/customloginlogo.gif) !important; } </style>;

}

add_action(‘login_head’, ‘my_custom_login_logo’);

Menggunakan logo login dengan logo perusahaan sendiri lebih keren kan? Jika iya, silahkan code diatas dicoba.

*Ingat untuk membuat backup file function.php asli terlebih dahulu!

  • Disable peringatan kesalahan login.

Silahkan copy paste code ini di functions.php: 

function no_wordpress_errors()

   { return ‘NGAPAIN SIH LOE !! MINGGIR SANA !!’;

   }

add_filter( ‘login_errors’, ‘no_wordpress_errors’ );

Code diatas tidak akan memberikan petunjuk apabila ada kesalahan login di wordpress. Jadi minimal pekerjaan hacker akan sedikit lebih lama. Ya, biar mereka minum kopi sebentar sebelum mencoba meng-hack situs kita lagi.

  • Mengganti text footer di dasboard wordpress.

function remove_footer_admin ()

  { echo “Your own text”;

}

add_filter(‘admin_footer_text’, ‘remove_footer_admin’);

Dipasang dimana? ya, lagi – lagi di functions.php.

  • Menambah shortcode di widget

Lagi – lagi, tambahkan code berikut di functions.php:

add_filter(‘widget_text’, ‘do_shortcode’);

Yang namanya widget aslinya tidak bisa menghandle code program apapun. Widget cuma bisa menghandle text. Jadi, tambahan code diatas di function.php membuat widget bisa mengeksekusi code program.

Shortcode di widget sendiri sangat berguna apabila kita ingin membuat widget custom. Kita bisa menambahkan code CSS untuk membuat widget menjadi berbeda warna ataupun menggunakan gambar sebagai background.

  • Menambahkan “featured image” sebelum publish post.

Kembali ke functions.php, tambahkan code dibawah ini:

add_action(‘save_post’, ‘wpds_check_thumbnail’);

add_action(‘admin_notices’, ‘wpds_thumbnail_error’);

function wpds_check_thumbnail( $post_id ) {

// change to any custom post type

if( get_post_type($post_id) != ‘post’ ) return;

if ( ! has_post_thumbnail( $post_id ) ) {

// set a transient to show the users an admin message set_transient( “has_post_thumbnail”, “no” );

// unhook this function so it doesn’t loop infinitely remove_action(‘save_post’, ‘wpds_check_thumbnail’);

// update the post set it to draft wp_update_post(array(‘ID’ => $post_id, ‘post_status’ => ‘draft’));

add_action(‘save_post’, ‘wpds_check_thumbnail’);

  }

else {

delete_transient( “has_post_thumbnail” );

  }

}

function wpds_thumbnail_error() {

// check if the transient is set, and display the error message

if ( get_transient( “has_post_thumbnail” ) == “no” ) {

echo<div id=‘message’ class=‘error’><p><strong>Mohon tambahkan Featured Image sebelum mempublish. Jangan khawatir, post Anda tersimpan.</strong></p></div>;

delete_transient( “has_post_thumbnail” );

  }

}

Menambahkan featured image penting karena artikel saja sekarang kurang mennyentuh. Kita harus berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan gambar.

  • Membatasi jumlah revisi post yang disimpan di database wordpress.

Mengapa dibatasi. Kita bisa mengedit sebuah posting beberapa kali. Sekarang, semua catatan pengeditan tadi tersimpan di database wordpress.

Bermanfaatkah?

Ya, tentu saja tetapi tidak semua perlu kita gunakan. Jadi, kita batasi saja yang disimpan di database adalah 2 perubahan.

Sekarang, kita buka wp-config.php dan menambah kan code berikut:

define( ‘WP_POST_REVISIONS’, 2 );

Angka 2 bisa kita ganti sesuai yang masuk akal bagi kita.

Jika kita menginginkan “autosave” saja tanpa perlu menyimpan catatan revisinya, kita bisa menggunakan angka -1 sebagai gantinya.

  • Menunda posting di RSS selama 60 menit.

Jika blog kita populer, kita mungkin memiliki pelanggan RSS feed. Nah, RSS ini akan mengirim RSS kita kepada pelanggan RSS seketika saat kita pencet tombol publish untuk posting.

Hasilnya, jika ada kesalahan judul, ya seperti itulah yang terkirim untuk pelanggan RSS kita. Supaya sempat merevisi, kita bisa menunda posting RSS dalam 60 menit.

Buka functions.php, ya, kembali ke functions.php dan kita tambahkan:

function Delay_RSS_After_Publish($where)

{ global $wpdb;

if (is_feed()) {

   $now = gmdate(‘Y-m-d H:i:s’);

   $wait = ’60’;

   $device = ‘MINUTE’;

   $where.=” AND TIMESTAMPDIFF($device, $wpdb->posts.post_date_gmt, ‘$now’) > $wait “; }

 return $where; }

add_filter(‘posts_where’, ‘Delay_RSS_After_Publish’);

Silahkan edit angka 60 dengan angka yang lebih Anda sukai.

  • Menghindarkan kategori tertentu dari pencarian.

Bagi pengunjung website / blog yang mencari sesuatu, kita bisa membuat kategori tertentu tidak dimasukkan dalam pencarian. Kita misalnya, tidak perlu menampilkan kategori promosi dalam hasil pencarian kita.

Bagi pengunjung, cara ini jauh lebih menyenangkan untuk mereka karena hasil pencarian lebih akurat.

Caranya, kembali ke functions.php dan tambahkan code berikut:

function SearchFilter($query) {

if ( $query>is_search && ! is_admin() ) {

$query>set(‘cat’,‘8,15’);

}

return $query;

}

add_filter(‘pre_get_posts’,‘SearchFilter’);

  • Menyembunyikan halaman tertentu dari pencarian.

Seperti halnya kategori, kita juga perlu halaman khusus untuk disembunyikan.

Caranya, sama seperti dengan yang diatas. Kita buka functions.php dan pastekan code berikut:

function modify_search_filter($query) {

if ($query>is_search) {

$query>set(‘post_type’, ‘post’);

 }

return $query;

 }

add_filter(‘pre_get_posts’,‘modify_search_filter’);

Itulah beberapa tips wordpress dari kami. Code – code program diatas pasti hilang jika kita mengganti theme wordpress kita.

Yah, kita perlu pasang lagi yang kita perlukan.

Sekarang, mengapa repot memasang code – code program semacam itu?

Plugin untuk semua fungsi diatas memang ada. Tetapi, kita perlu memahami bahwa plugin yang terlalu banyak akan memperberat web atau blog wordpress kita.

Jika kita hanya ingin fungsi, menggunakan code – code diatas secara langsung sudah cukup.

Tetapi, mohon diingat lagi untuk membackup file asli Anda sebelum melakukan perubahan.

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply