21 Jan

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Jangka Sorong atau Vernier Caliper bisa mengukur jauh lebih akurat dibanding dengan penggaris atau meteran. Caranya, adalah cukup berbeda dibandingkan dengan mengukur dengan meteran. Yang jelas, sebuah benda dijepit di 2 rahang jangka sorong.

Pengaturan jangka sorong terdiri dari centimeter dan milimeter. Karena itulah maka pengukurannya akan jauh lebih akurat dibanding mengukur dengan pita dan meteran.

Cara memakai jangka sorong

Yang pertama, kita harus memperhatikan cara penggunaan jangka sorong yang benar.

untuk itu, kita mulai dengan memahami bagian – bagian serta kegunanannya.

bagian - bagian jangka sorong

Yang pertama untuk diperhatikan, ada 2 jenis rahang pengukur. Yaitu, yang besar untuk menjepit benda dari luar.

Kemudian, ada juga rahang pengukur yang kecil yang berada di sebaliknya. Rahang yang kecil ini berguna untuk mengukur diamater dari dalam.

Untuk beberapa jenis jangka sorong, ada yang memiliki pengukur kedalaman.

Untuk skala yang digunakan, ada skala utama dengan tempat yang tetap. Kemudian, ada juga skala nonius atau skala vernier. Gunanya adalah untuk mengukur lebih presisi dengan cara berputar untuk menutup lubang.

Cara membaca skala jangka sorong

Pada skala utama, biasanya skalanya memperlihatkan ukuran 1 mm. Atau, ukurannya mirip penggaris biasa yang memiliki ukuran beberapa puluh cm.

Untuk skala nonius, skalanya yang umum adalah 1/10 dari skala utama. Atau, hingga 1/10 mm atau 0,1 mm.

  • Memeriksa bagian terkecil

Jika skala utama angka terkecilnya 1 mm, biasanya, 10 angka nonius setara dengan 1 mm. Atau, 1 angka vernier / nonius adalah setara 0,01 mm.

Baca Juga :   65 ribu Lowongan CPNS 2014

Jadi, angka 4 di skala nonius adalah 0,04 mm.

Tetapi, terkadang bisa lain juga. Jika berbeda atau tidak 10, kita lihat berapa garis di skala noniusnya.

Misalnya saja, hanya ada 5 garis tidak berangka diantara 2 angka nonius. Maka setiap garisnya adalah 0,1 mm / 5 = 0,02 mm.

Jadi, setiap baris tanpa angka di skala nonius jaraknya adalah 0,02 mm.

Tetapi, untuk contoh kami saat ini, yang dipergunakan adalah yang skala nonius yang biasa dipergunakan.

  • Membersihkan benda yang akan diukur

Sebelum diukur, benda yang akan kita ukur dibersihkan. Pastinya, jarak 0,2 mm berpengaruh. Jadi, tempelan platik atau lainnya yang lengket berpengaruh juga kepada hasil pengukuran.

  • Mengukur toleransi jangka sorong

Sebelum dipergunakan, kita geser skala geser sampai penuh. Yang pasti, kita perhatikan apakah ada kelebihan gesernya atau kurang.

Jika angka nol pada skala geser lebih masuk 2 mm dibanding skala di batang utama, maka pengukuran harus kita kurangi 2 mm.

Sebaliknya, jika angka nol di skala geser kurang masuk 2 mm dibanding skala di batang utama, maka semua hasil pengukuran kita tambah 2 mm.

  • Buka sekrup pengunci

Sekrup pengunci berguna supaya skala vernier tidak bergeser – geser sendiri. Karena itulah, sebelum mengukur, sekrup pengunci dikendorkan terlebih dahulu.

Setelah benda yang diukur ada di dalam japit, maka bisa dikunci kembali.

  • Mengukur benda yang akan diukur

Kita japit benda yang akan diukur. Itu jika mengukur sisi luar. Jika hendak mengukur tebal benda dari dalam, maka kita gunakan japit yang kecil. Caranya adalah dengan menyangkutkan kedua japit pada diameter dalam lingkarang yang akan diukur.

Silahkan memperhatikan gambar dibawah:

cara-membaca-skala-jangka-sorong

 

Setelah tersangkut, kita baca skalanya.

Baca Juga :   Pelatihan Manajemen Pelayanan dan Asuhan Keperawatan‎ Anak

Berapa cm, mm yang terbaca di skala utama. Cara membacanya adalah berapa angka di skala utama yang terhimpit oleh angka nol di skala nonius atau skala geser.

Kemudian, berapa ukuran garis di skala utama yang terhimpit salah satu garis di skala nonius.

Misalnya, pada skala utama terukur 4,7 cm. Kemudian, pada skala vernier garis yang pas berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke 4.

Maka ukuran tambahannya adalah 0,01 mm X 4 atau 0,04 mm.

Jadi, ukuran panjang benda yang diukur adalah 4,7 CM + 0,04 MM = 4,74 CM.

Sekarang, jika skala garis di vernier tidak ada yang pas lurus, tetapi antara 2 garis, kita ambil yang paling dekat. Tidak usah dikira – kira.

Cara mengukur kedalaman dengan jangka sorong

 

cara menggunakan memakai jangka sorong

Secara prisip, cara pengukuran sama saja. Bedanya kita gunakan tangkai ukur. Kemudian, kita tarik tangkai geser sampai menyentuh benda.

Untuk cara melihat skalanya, sama saja seperti diatas. Skala utama ditambah skala vernier atau skala nonius.

Penutup

Menggunakan jangka sorong memiliki kelebihan dibanding menggunakan penggaris atau meteran.

Untuk penggaris, skala yang didapat paling banyak 4,7 CM atau 4,8 CM. Tetapi, jangka sorong memberikan skala lebih tepat hingga 4,74 cm.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Salam sukses luar biasa !

Leave a reply