24 Sep

Bagaimana Cara Debug di WordPress

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Bagaimana Cara Debug di WordPress

Tulisan ini kami batasi tentang tentang cara debug di WordPress dan PHP errors. Debugging di wordpress sangat penting jika kita mulai mencoba menulis program untuk wordpress sendiri.

Sebelumnya, ada beberapa tipe error yang bisa kita lihat untuk PHP.

  • Yang pertama: Notifikasi. 

Notifikasi adalah tipe error yang paling ringan yang bisa kita temukan di PHP. Notifikasi tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah dengan program PHP kita. Tetapi mungkin ada saran untuk perbaikan code kita.

Misal, element null yang kita lewatkan ke fungsi yang mengharapkan sebuah string.

  • Yang kedua: Peringatan.

Kesalahan yang kita buat lebih fatal. Tetapi tidak sampai membuat script menjadi berhenti.

Misal, kita memasukkan file yang tidak ada.

include() file yang tidak ada.

  • Yang ketiga: Fatal Error

Adalah indikasi bahwa ada sesuatu yang benar – benar salah dan menyebabkan script kita berhenti.

Contoh termudah adalah, kita memanggil fungsi yang tidak ada.

Bagaimana cara debug di wordpress

  • Pertama – Menggunakan WP_DEBUG

WordPress sendiri sudah memiliki konstanta global untuk menetukan spesifikasi yang dibutuhkan untuk debugging yaitu WP_DEBUG. Disini, konstanta ini dibuat bersama WP_DEBUG_DISPLAY, serta WP_DEBUG_LOG.

Kita bisa menseting ketiga konstanta global ini true atau false melalui file: wp-config.php:

define(“WP_DEBUG”, true);

define(“WP_DEBUG_DISPLAY”, true);

define(“WP_DEBUG_LOG”, true);

  • Yang Kedua – Menggunakan is_wp_error()

Tool built – in di WordPress untuk debugging yang lainnya lagi adalah: is_wp_error. Metode ini bisa mengetahui jika hasil yang kita dapatkan adalah hasil yang tipenya adalah WP_Error. WP_Error ini sendiri adalah objek yang kembali ke kita jika kita ada sebuah metode WordPress yang gagal.

Contohnya:

$post = array(
‘post_title’ => ‘Test post’,
‘post_content’ => ‘posting saya.’,
‘post_status’ => ‘publish’,
‘post_author’ => 1
);
$result = wp_insert_post( $my_post );

if(is_wp_error($result)){
echo $return->get_error_message();
}

Silahkan dilihat. Kode diatas menambahkan sebuah post baru menggunakan wp_insert_post(). Nah, jika metode yang digunakan ini gagal, maka script akan memberikan kita objek WP_Errornya. Dengan ini kita bisa melihat pesan errornya.

  • Ketiga – Menggunakan Debug Bar

Ini adalah tool lain yang bermanfaat untuk mendebug error di WordPress. Tool ini sangat mudah digunakan untuk mencari error di setiap halaman wordpress kita.

Setelah kita install, kita bisa menemukan tombol “debug.” Kita bisa meng-klik dan mendapatkan analisa mengenai querry, template, instalasi PHP serta banyak informasi lain yang bisa bermnfaat.

  • Keempat – Menggunakan Test Website

Kita perlu membuat test website. Jika perubahan script kita lakukan di website yang live, script kita bisa berhenti saat kita mengaktifkan error reporting.

  • Kelima – Menggunakan Simply Show Hooks

Plugin ini adalah plugin yang keren untuk melihat setiap hook yang berjalan pada setiap halaman kita.

Plugin ini berguna saat semua error report  yang ada tidak bisa berekrja lagi, Kita bisa menge-fetch setiap hook yang sedang berjalan.

Plugin ini bisa menunjukkan kepada kita filter hook yang berjalan di setiap halaman serta apa yang dilakukannya.

Kita juga bisa melihat metode “penyambungan” setiap hook dan prioritas masing – masing hook.

Berdasar hal ini, kita bisa mulai menganalisa serta mendebug setiap hook kita.

  • Keenam – Menggunakan WPDB Error Reporting

Jika kita kita menggunakan wpdb class untuk mengatur database kita, maka kita membutuhkan laporan error.

Laporan ini berguna untuk menunjukkan error yang terjadi saat debugging serta memastikan queri kita berjalan dengan baik.

Contoh:

global $wpdb;
// Before running your query:
$wpdb->show_errors = TRUE;
$result = $wpdb->get_results(“SELECT field_value FROM table_name”);
if(! $result){
$wpdb->print_error();
// atau bisa dipilih dari query terakhir.
echo $wpdb->last_query;
}

  • Ketujuh – Menggunakan Server Error Logs

Pada beberapa kesempatan, PHP dan wordpress tidak mampu menangkap error yang terjadi pada script kita. Misalnya saja jika kita memiliki script yang eksekusinya melampaui waktu maksimum yang diijinkan server (maximum allowed run time).

Jika ini yang terjadi, Apache atau system lainnya akan mengeluarkan pop-up semacam “internal Server Error.

Untuk mengetahui error yang terjadi, kita bisa melihat log error (error log). Kita bisa mengetahui apakah code PHP kita atau bagian WordPress lain membuat kesalahan.

Jika kita tidak tahu filenya dimana, kita bisa menanyakan ke web hosting kita. Biasanya filenya berupa sesuatu di bawah folder logs.

  • Kedelapan – Menggunakan PHP Error Logging

PHP memiliki cara tersendiri untuk melaporkan serta menyimpan error diluar wordpress. Cara ini sangat berguna apabila ada script diluar WordPress yang menyebabkan error.

Caranya adalah dengan mengonfigurasi file php.ini untuk menampilkan laporan error. Kemudian kita juga pilih dimana kita menyimpannya.

error_reporting = E_ALL | E_STRICT
error_log = /var/log/php_error.log

Kita setting dua barris diatas dan membuatnya melaporkan error. Error kemudian akan disimpan pada folder / path yang kita pilih dibawah.

  • Kesembilan – Menggunakan PHP Syntax Checker

Jika server hosting kita tidak mengijinkan akses ke file php.ini atau kita tidak bisa mengakses error log, pekerjaan kita menjadi sedikit lebih sulit.

Tetapi, ada juga tools yang mudah digunakan saat kita hanya bisa melihat halaman hitam, blank. Salah satunya adalah: PHP Code Checker.

Tool ini adalah tool untuk mengecek error syntax yang kita gunakan/tuliskan. Jika kita tidak menutup kolom dengan benar atau menggunakan semi kolom dengan benar, tool ini bisa sangat membantu.

  • Kesepuluh – Menggunakan PHP IDE

Jika PHO Code Checker tidak menemukan kesalahan / error penulisan yang kita buat, maka kita memerlukan tool yang lebih baik.

Kita bisa menggunakan IDE seperti PhpStorm untuk debugging yang bisa melihat code kita dalam bagian – bagian kecil.

Misalnya kita menyimpan string dalam variabel dan kemudian kita ingin menampilkannya dilayar (print). tetapi ternyata tidak bisa. Mungkin kita mendefinisikan ulang (override) variable tadi di kode kita selanjutnya?

Untuk mengetahui hal semacam ini, kita gunakan tool IDE yang powerful semacam PhpStorm, Eclipse atau tools lainnya.

  • Kesebelas – Menonaktifkan Browser Cache / Cookie

Jangan lupa jika kita bekerja di bagian front-end website kita. Kita harus menonaktifkan cache browser kita.

Yang menjadi masalah adalah kita bekerja dengan code Javascript tetapi kode Javascript ini tidak update.

Atau bisa juga kode ini update tetapi tidak menunjukkan error. Lalu, hasil akhirnya bisa ditebak sendiri kan?

Jika kita menggunakan Google Chrome, kita bisa mendisable cache dengan cara:

Buka Chrome dan klik tiga titik vertikal di sebelah kanan atas browser.  ke Setelan, ke bawah, klik Lanjutan. Pilih Privacy dan Keamanan dan klik Setelan Konten. Klik Cookie. Pada semua Cookie dan Data situs, Klik Hapus semua dan konfirmasi.

Kemudian, kita juga bisa non aktifkan Cookie supaya tidak menyimpan dan membaca data Cookie / Cache.

Ini adalah beberapa tips cara debugging WordPress. Debugging WordPress atau apapun tidak pernah terlalu mudah untuk dikerjakan. Proses debugging juga cukup melelahkan. Tetapi, dengan 11 langkah diatas semoga proses debugging menjadi lebih mudah dan cepat. Salam sukses!

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply