05 Feb

Bagaimana Cara Membuka Android yang Terkunci

Beberapa orang mungkin pernah melupakan password atau pola pada layar untuk membuka smartphone android.

Jika kita lupa dengan kunci pola atau pin kita, maka pasti akan repot. Yang namanya lupa itu tidak ada obatnya. dan jika sudah kejadian, ya harus diperbaiki.

Untuk Android versi 7.0 keatas, kita bisa lupa pola layar berkali – kali. Tetapi, setelah mencoba beberapa kali kita harus menunggu untuk mencoba lagi.

Untuk Android versi lebih awal, kita sepertinya akan terkunci dan perlu dibuka dengan beberapa cara.

Cara Membuka Android yang Terkunci

  • Yang pertama, kita buka http://www.google.com/android/devicemanager.

Setelah sampai, kita harus login ke akun Google kita. Akun ini adalah akun yang ada di Android yang terkunci tadi.

Andaikata ada verifikasi 2 langkah untuk masuk akun Google, maka mungkin ponsel kita harus dibuka menggunakan cara lainnya.

Tetapi jika tidak ada, kita bisa masuk ke akun kita. Disana ada berbagai setelan untuk menyetel kembali Android kita.

Klik tombol “Lock” dibawah nama perangkat. Cara ini akan membuat kita bisa mengatur password sementara dan menimpa pola atau nomor PIN awal kita.

Memasukkan kata sandi sementara yang perlu kita gunakan untuk membuka kunci ponsel. Yang ini, tolong disimpan catatannya di suatu tempat.

Konfirmasikan kata sandi tadi.

Saran saya, kita ketikkan saja kata sandi kita satu persatu dan jangan copy paste. Ini memastikan kita memngetikkan hanya kata sandi yang kita inginkan.

Jika copy paste, mungkin ada karakter atau angka yang tidak sengaja terhapus.

Saya pernah mengalaminya. Hasilnya ketika login kembali, tidak pernah bisa masuk.

Klik “Lock.” Setelah memasukkan informasi yang sesuai, kita klik tombel “Lock” di bagian kanan bawah.

Apabila usaha kita berhasil, kita akan melihat notifikaso dibawah opsi Ring, Erase dan Lock.

Memasukkan password yang sudah kita atur di layar smartphone / tablet Android.

  • Untuk Android versi 4.4 kebawah ada cara yang berbeda.

Kita akan membukanya dengan PIN jika kita lupa dengan pola yang kita buat. Memasukkan 5 pola yang salah. (hanya untuk yang kunci pola saja).

Saat memasukkan pola yang salah, pastikan kita minimal melewati 4 titik saat memasukkannya.

Ketuk “forgot pattern” dan kunci layar akan terbuka.

Saat ini, kita masukkan PIN kita. Ini jika kita ingat PIN kita

Jika tidak, maka harus kita buka dengan akun Google.

Tetapi, pastikan bahwa akun Google ini digunakan di Android.

  • Untuk Android dari Samsung

cara buka kunci ini hanya berlaku jika ponsel pernah kita daftarkan terlebih dahulu dan sedang tersambung ke wifi.

Buka https://findmymobile.samsung.com/

Masuk ke akun Samsung dengan password dan username yang digunakan untuk mendaftar di Samsung.

Disana ada tombol “unlock me device” atau Unlock my screen.”

Kita tunggu sebentar, maka posel bisa kita akses lagi kemudian kita atur lagi kunci kita.

  • Menggunakan Android SDK

Alamat unduhannya ada di: http://developer.android.com/sdk/index.html#

Untuk Ponsel yang telah diaktifkan fitur USB Debuggingnya, kita bisa mematikan kunci polanya dengan aplikasi Android SDK ini.

Jika kita pernah menyambungkan ponsel dengan laptop atau PC, maka fitur ini biasanya sudah aktif.

Kite kembali hubungkan ponsel dengan komputer. Untuk komputer baru, mungkin kita perlu menunggu driver terpasang terlebih dahulu.

Kita buka direktori tempat aplikasi terinstal. Kita cari folder tools dengan windows explorer.

Klik dan tahan tombol shit dan klik kanan folder instalasi ADB. Pilih “Open command window here” untuk masuk ke “Command prompt.”

Kita buka kunci layar dan memasukkan:

adb shell rm/data/system/gesture.key kemudian klik enter.

Kita lepas ponsel dari komputer dan memulai ulang gadget. Saat ini mestinya kita sudah bisa masuk ke smartphone kita.

Jika diperlukan, silahkan membuat kunci pola yang baru.

  • Pilihan terakhir, membuka kunci dengan factory reset

Ini adalah pilihan terakhir karena semua data kita pastinya akan hilang. Jadi, semua data perlu kita backup dahulu. Minimal, sambungkan lagi ponsel dengan komputer dan copy data kita ke komputer.

Untuk gadget dengan Android versi 5.1 keatas, kita diharuskan masuk ke akun pemilik perangkat setelah melakukan factory reset.

  • Untuk versi Android dibawahnya, bisa kita akali.

Matikan perangkat. Kita matikan smartphone seperti biasa dengan menekan lama tombol power.

Kita perlu masuk ke mode recovery. caranya dengan menekan tombol Volume Up dan tombol Power.

Jika ada tanda logo Android recovey. Pilih Recovery Mode dengan tombol volume Down. Pilih dengan tekan tombol power.

Kemudian, kita pilih wipe data/factory reset dan tekan tombol power.

Pilih yes dan tekan tombol power.

Sekarang, mestinya masalah layar terkunci sudah teratasi.

Kesimpulan

Inilah beberapa cara untuk mengatasi layar Android yang terkunci. Semoga bermanfaat.

Please rate this

Share this
05 Oct

Bagaimana Mengatasi HP kena Hack

Hacking kini mulai merambah ke smartphone serta tablet. Pada awalnya, perangkat yang tersambung di jaringan lebih banyak berupa komputer. Ini adalah perangkat dengan data yang besar dan bisa dicuri. Atau, datanya bisa dirusak. Kini, smartphone bisa juga menjadi target dari kegiatan hacker.

Sebenarnya, mencari tahu apakah smartphone kita kena hack atau tidak bisa gampang – gampang susah. Jika hackernya ahli, kita sulit mendeteksinya.

Hack pada smartphone ini juga bisa datang karena kita menginstal aplikasi yang tidak terpercaya.

Kita mengunduh aplikasi bukan dari Google Play atau Apple App Store. Bahkan, ada browser yang ada di Google Play yang terbukti menyimpan data browsing kita dan statistiknya serta mengirimkan dan menjual ke pihat – pihak tertentu.

Tujuannya tentunya untuk mendapatkan akurasi iklan yang lebih tinggi lagi bagi mereka.

Kini, browser ini sudah ada lagi di Google Play Store.

Untuk kasus diatas, untungnya ada pihak lain yang mengontrol aplikasi yang kita pakai di HP.

Jika kita menggunakan aplikasi yang kita untduh sendiri tanpa lewat Gloogle Play Store atau Apple App Store, maka resiko kita terkena virus serta malware lebih besar.

Tetapi, minimal ada beberapa cara untuk mengatasi hack pada smartphone. 

Cari aplikasi yang tidak kita install.

Jika ada aplikasi mencurigakan, lebih baik kita uninstal lagi.

Caranya, kita pilih tab aplikasi lalu kita lihat apa saja yang ada disana.

Jika ada aplikasi yang tidak pernah kita instal, maka sebaiknya dihapus saja.

Menggunakan antivirus.

Jika kita ragu – ragu, maka sebaiknya kita gunakan saja antivirus.

Sepertihalnya di komputer, menggunakan anti virus untuk Android bisa bermanfaat untuk scanning file kita. Dan lebih mudah menemukan file virus serta menghapusnya.

Format kartu SD Card.

Tidak semua virus menular melalui software, tetapi bisa juga melalui cara lain misalnya lewat kartu SD Card.

Jadi, sekali – kali kita perlu format kartu SD Card kita juga supaya lebih bersih.

Membersihkan cookie di browser.

Cookie atau cache browser mungkin masih menyimpan password serta username untuk berbagai akun kita. Sebaiknya kita hapus cachenya dan dan data browsingnya.

Memperbarui versi Android.

Memperbarui versi Android bisa membantu kita mengamankan hp kita dari hack. Selain membuat lebih aman, memperbarui versi Android juga membuat kita lebih nyaman karena tampilan HP kita seperti baru juga.

Backup dan hapus data.

Backup data dan menghapusnya dari smartphone bisa membuat data kita tidak bisa dicuri.

Kemudian, menghapus data juga membuat memori HP loebih “longgar” dan memaksimalkan performa hp kita.

Menutup kamera.

Kamera menjadi salah satu alat yang mudah untuk diambil alih oleh hacker. Mereka bisa memanfaatkannya. Jadi, menutup kamera saat tidak digunakan bisa membantu kita.

Menginstal ulah HP kita.

Cara ini adalah pilihan terakhir. Sama seperti sebuah hardisk komputer yang susah dibersihkan virusnya, menginstal ulang HP akan memberikan kenyamanan lebih bagi kita.

Namun, untuk melakukannya kita perlu meminta bantuan jasa service HP yang profesional.

Jika Anda bisa melakukannya sendiri, silahkan. Pada dasarnya sih instal ulang ini tidak lebih sulit daripada instal ulang windows di komputer kita.

Tetapi, bagi yang belum biasa mungkin akan repot juga.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi HP yang di hack. Dengan semakin meningkatnya penggunaan smartphone, maka hacker akan semakin tertarik untuk menghack perangkat ini juga.

Please rate this

Share this
02 Oct

Cara Mengatasi Google Play “No Internet Connection”

Bagaimana cara memperbaiki / Mengatasi pesan error Google Play “No Internet Connection?” Pop up ini terkadang muncul; jika kita ingin menginstal sesuatu melalui Google Play. Padahal, wifi berfungsi baik atau koneksi internet kita oke. Kita bisa browsing, membuka Facebook dan lainnya.

Gangguan ini, biasanya menjengkelkan dan membuat niat kita menginstal aplikasi baru terganggu.

Terkadang, kita menemukan beberapa tulisan yang menjelaskan bagaimana cara mengatasinya. Tetapi, setelah kita coba, ternyata tidak bisa berjalan dengan baik. Ini karena ada beberapa hal yang membuat error tersebut. Mencoba hanya 1 atau 2 hal saja tampaknya akan kurang membantu.

Secara umum, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah Google Play memunculkan pesan error “No Internet Connection. Make sure Wi-Fi or cellular data is turned on then try again.”

Jika terjadi, maka semua service Google akan berhenti bekerja. Email, play movies dan sebagainya ikut berhenti bekerja secara online.

Sekarang, cara mengatasi Google Play “No Internet Connection.”

  • Memperbaiki seting waktu dan tanggal.

  • Membersihkan coockie / cache Google Play Store

  • Mengubah seting DNS untuk telepone atau jaringan router

  • Mengubah atau login ulang ke akun Google kita

  • Uninstal updates

  • Menghapus software / aplikasi VPN atau proxy

  • Menghapus host file (jika Android sudah di root)

  • Factory reset Android / tablet kita

Penjelasan

  • Memperbaiki seting waktu dan tanggal

Biasanya, cara ini berhasil 80%. Tetapi ada waktunya kita diminta melakukan hal lainnya lagi.

Google Play itu diset supaya sync dengan server utama mereka. Jadi seting waktu yang tidak sinkron akan membuat masalah.

Yang paling aman, kita gunakan seting waktu otomatis sesuai waktu milikoperator kita.

Caranya:

Ke seting –> Waktu dan tanggal

Centang bagian Waktu dan tanggal otomatis.

Sebenarnya, kita bisa set sendiri waktu pilihan kita. Hanya saja kita pastikan bahwa waktunya sesuai.

Caranya:

Ke seting –> Aplikasi

Untuk Android sebelum versi 7.0 pilih All (Semua).

Scroll kebawah dan tap Google Play Store

Tekan “bersihkan data / cookie” dan tekan ok.

  • Mengubah seting DNS untuk telepone atau jaringan router

Terkadang DNS milik IP server kita tidak bisa dibuka oleh layanan Google Play.

Kita perlu seting ulang menjadi DNS server Google. Kita bisa melakukannya me;a;ui router atau melalui smartphone / tablet kita.

Ke seting –> pilih Wifi Tap dan tahan. –> pilih Modify –> seting lanjut.

Untuk IP seting, ubah IP seting ke “statis. 

Untuk DNS:

  • DNS1 seting menjadi 8.8.8.8
  • DNS2 seting menjadi 8.8.4.4
  • Mengubah atau login ulang ke akun Google kita

Jika kita mengubah seting akun Google melalui PC, laptop atau gadget lain, maka kita harus mengubah login di gadget kita juga.

Ke seting –> akun –> Google

Pilih akun utama kita.

Buka pilihan dari sudut kanan atas, klik hapus akun.

Kemudian kita buka Play Store, kita akan diminta untuk login ke akun Google lagi.

  • Uninstal updates

Terkadang google Play Store mengupdate sendiri serta membuat perubahan tanpa sepengetahuan kita.

Jika hal ini terjadi, kita bisa mengembalikan update ke versi sebelumnya yang mungkin bisa menyelesaikan masalah.

Ke seting, kemudian pilih Apps pilih ALL pilih Google Play Store. Pilih, Uninstall Update atau “kembali ke setelan Pabrik” atau apapun yang membuat Play Store kite kembali ke versi awal.

  • Menghapus software / aplikasi VPN atau proxy

  • hapus layanan Proxy atau VPN dan sambung langsung ke internet sebelum mengakses Play Store.
  • Ke Wireless & Network. Kita perlu memodifikasi seting WiFi. Ke opsi lanjutan (advanced) and hapus semua proxy server.
  • Putuskan hubungan VPN yang berjalan di background.
  • Menghapus host file (jika Android sudah di root)

Jika android sudah di root. Ini hanya untuk pengguna Android yang mengerti saja.

Buka aplikasi file manager. 

Browse atau cari ke root sistem

Hapus file hosts.txt.

  • Factory reset Android / tablet kita

Ini adalah pilihan terakhir kita. Mereset Android ke setelan pabrik akan menyebabkan data, file, kontak dan sebagainya hilang.

Kontak hilang termasuk kontak WA atau Line dan lainnya. Jadi, pastikan semua sudah kita backup terlebih dahulu sebelumnya.

Sebenarnya, caranya sendiri mudah:

Ke Seting –> Backup & Reset

Klik Factory Data Reset.

Nah, jika ternyata semua cara itu tidak berhasil, silahkan mengunjungi service center Android Anda. Kami belum punya pengalaman memperbaiki error pesan Google Play No internet connection. lebih jauh daripada ini.

Jika Anda mengerti ada cara lain untuk memperbaiki error tersebut, silahkan menulis di kolom komentar dibawah ini. Terimakasih!

Please rate this

Share this
19 Sep

Apakah Root Android serta Manfaatnya

Rooting adalah proses yang membuat pengguna smartphone Android, tablet dan perangkat lain untuk memperoleh akses tertinggi bagi Android serta apps yang terinstal disana.

Android menggunakan kernel Linux sehingga rooting di Android bisa memberikan akses super administrator untuk pengguna Android.

Akses ini ada yang dibatasi di beberapa perangkat. Jadi, mengubah atau memodifikasi perangkat dan software Android menjadi terbatas. Beberapa perusahaan membuat proteksi ini untuk keberlangsungan bisnis mereka.

Misal, ada aplikasi yang disertai promosi dari perusahaan bersangkutan atau dari partnernya. Promosi ini perlu dilindungi karena bagi mereka, promosi ini penting.

Melakukan rooting memungkinkan kita untuk menjalankan perangkat Android dengan cara yang tidak bisa dilakukan pengguna biasa. Bahkan, kita bisa mengubah secara total OS atau Operating System untuk smartphone atau tablet kita. Meskipun, biasanya hanya diubah menjadi OS Android keluaran terkini. Atau masih sama – sama Android juga.

Akses root terkadang dibandingkan dengan “Jailbreak” yang dijalankan pada sistem IOS, sistem operasi milik Apple. Namun, sebenarnya konsep Jailbreak agak berbeda. Konsep ini ada yang hanya melewati beberapa larangan Apple untuk memasang aplikasi yang tidak diakui oleh Apple. Atau melalui cara pemasangan yang tidak biasa. Atau, mengubah sistem operasi IOS tersebut.

Untuk beberapa merk smartphone/perangkat, ada yang memang sudah memberikan hak akses secara penuh. ASUS, HTC, Sony serta Google sudah menyatakan bahwa mereka memberikan kesempatan kepada pengguna untuk membuka kunci perangklatnya. Jadi, untuk merk – merk ini, kita bisa mengubah banyak hal tanpa memerlukan root lagi.

Untuk beberapa merk lain, selain untuk promosi, pencegahan hak akses ini juga dimaksudkan supaya sistem tidak rusak. Terutama bagi pengguna awam.

Jadi, root Android bisa dimanfaatkan untuk:

  • Mengakses seluruh sistem tanpa batasan
  • Menghapus aplikasi yang tidak berfungsi
  • Mengembalikan file yang terhapus

Kita bisa mengembalikan file yang secara tidak sengaja terhapus misalnya gambar atau video. Kita bisa menggunakan aplikasi tertentu untuk mendapatkan file kita kembali.

Tetapi, mohon juga diingat, bahwa hal ini memiliki batasan. Untuk hardisk komputer biasa, kita juga bisa melakukannya. Tetapi, ada syaratnya. Yaitu jika tempat file tadi belum “tertumpuk” file lainnya. Jika sudah, ya tidak bisa kembali.

  • Mengubah tampilan Android

Kita bisa mengubah ikon, simbol menu dan sebagainya.

Kerugian melakukan root

  • Kehilangan garansi

Ini pasti terjadi untuk ponsel yang di root. Pabrik pasti tidak mau menjamin lagi kerusaan yang akan timbul.

  • Mudah kena virus

Karena ada jalur khusus yang sudah kita buat, tentunya virus mudah lewat disitu.

Jadi, kecuali Anda memang pengembang aplikasi Android, maka pertimbangkan lagi untuk melakukan root pada perangkat Android Anda.

Bagi yang memang sudah pengin melakukan root, silahkan menggunakan aplikasi root yang sudah terkenal. Misalnya:

  • 1 Menggunakan KingoRoot
  • 2 Menggunakan TowelRoot
  • 3 Menggunakan FramaRoot
  • 4 Menggunakan KingRoot

Kingoroot adalah aplikasi yang mendukung banyak perangkat. Tetapi, kita perlu memberikan ijin untuk bisa terinstal di Android kita. Caranya:

Ke “Setting” –> “Security” –> Centang di “Unknown Resources” supaya aplikasi ini bisa terinstall.

Kemudian kunjungi kingoapp.com dan kita install. Ketika ada opsi privacy, klik install. Ketika sudah terinstall, ada antarmuka Kingo Root. Hilangkan centang di “Install recommended apps dan klik di “One Click Root. Tunggu sampai selesai.

Jika sudah, install SuperUser sekalian. Kemudian, cek root dengan “aplikasi “Root Checker Basic.”

Yang harus diingat, rooting hampir pasti akan membuat kita kehilangan garansi atas smartphone kita. Jadi, bagi yang masih sayang smartphone baru, ntar aja nge rootnya kalau garansi sudah habis.

5/5 (1)

Please rate this

Share this
19 Sep

Bagaimana Cara Mempercepat Android – 11 Tips

Bagaimana cara mempercepat performa smartphone Android kita?  Rasanya jengkel kalau membeli smartphone yang harganya lumayan ternyata kecepatannya masih lamban juga.

Sebenarnya, smartphone menengah serta budget lebih rentan untuk menjadi lamban. Tetapi, ada juga kok solusinya. Untuk membuat Android kita melaju lebih cepat (hampir) seperti saatbaru.

  • Update Android

Kita perlu memastikan Android kita update. Sebaiknya saat ada penawaran update kita update saja. Saat update dilakukan, biasanya ada beberapa cache yang hilang juga. Jadi memori menjadi lebih besar. Tetapi, nantinya ya, akan penuh lagi sih.

  • Update apps yang ada

Biasanya applikasi yang update mengandung perbaikan untuk bug dan sebagainya. Jadi biasanya versi baru akan lebih cepat berjalan daripada yang lama.

  • Jangan gunakan live wallpaper

Ini adalah salah satu yang membuat Android kita menjadi lebih lambat. Gunakan saja wallpaper statik. Kemudian, home screen hanya perlu diisi ikon yang sering kita pakai saja. Biasanya sih telepon, WA dan satu atau 2 lainnya.

  • Uninstall atau disable aplikasi yang tidak digunakan

Untuk aplikasi yang tidak kita gunakan, kita bisa mendisable atau menguninstalnya sekalian. Tetapi, jika Anda ragu – ragu, bisa dicari di Google dulu aplikasi apa itu. Untuk Android keluaran terakhir, ada cara untuk melihat apakah aplikasi yang ada aplikasi bawaan atau tidak. Jika merupakan aplikasi bawaan, maka jangan dihapus atau uninstal.

Jika mau aman, ya kita disable saja dahulu jadi nanti bisa kita aktifkan lagi.

Untuk aplikasi yang sangat jarang digunakan, sebaiknya kita disable saja. Saya mendisable aplikasi seperti VPN (Virtual Private Network) dan aplikasi editing video atau foto. Ini karena saya hanya menggunakannya kurang dari sebulan sekali.

  • Matikan animasi

Animasi bisa mengurangi resource Android dengan sangat besar. Kita mungkin ingin mematikannya. Caranya, kita harus mengaktifkan “Developer Options.” Cari “Setting” kemudian “About Phone” dan scrol kebawah hingga kita mendapatkan “System.” Disini kita perlu melihat “Build Number.” Tap sebanyak tujuh (7) kali hingga ada pesan tentang menjadi developer.

Kembali ke menu awal, kita akan mencari menu “Developer” dibawah “System.”  Scrol kebawah dan silahkan mencari “Window Animation Scale, Transition Animation Scale dan Animation Duration Scale.” Tap masing – masing dan seting 5X atau off sekalian. Pilih yang sesuai kita inginkan. Jika kita tidak cocok, silahkan kembali dan kembalikan nilai awalnya.

  • Bersihkan Cache

Kita perlu membersihkan cache yang ada di Android. Kita bisa membersihkan cache dengan melihat “Setting” –> “Storage” atau “Penyimpanan” kemudian kita tap cache.

Atau, kita bisa membersihkan cache satu persatu. Kita menuju ke “Setting” –> “Apps” atau “Aplikasi” dan pilih satu persatu aplikasinya.

  • Matikan atau kurangi auto-sync

Mungkin kita punya banyak akun yang kita ingin supaya terhubung dan selalu update. Mungkin hasilnya memang menyenangkan, tetapi pasti membuat lambat kinerja Android kita.

Aplikasi – aplikasi ini pasti akan berjalan sendiri – sendiri dan menghabiskan sumberdaya kita. Mulai dari memori hingga kuota internet tentunya.

Kita bisa ke “Setting” dan dapatkan “Auto-sync yang berada dibawah akun. Kita bisa mematikannya bersama – sama. Jika ini terlalu drastis, kita bisa mengurangi frekuensi sync atau menghilangkan akun yang tidak perlu.

Kalau saya, saya matikan semua. Kemudian jika butuh, saya sync saat membutuhkan tersebut. Kemudian, saya matikan lagi. Bagi saya pribadi, punya akun tanpa sync dalam waktu 1 atau 2 minggu tidak menganggu pekerjaan kok.

  • Wipe cache partition

Cara ini berbeda dari membersihkan cache yang sudah ditulis didepan. Anda perlu mencari di Google unutk tahu kejelasannya jika belum pernah.  Kita perlu melakukannya kadang – kadang. Karena, meskipun cache sudah kita bersihkan dengan cara didepan, Android kita pasti selalu menumpuk cache lainnya.

  • Gunakan “Launcher” pihak ketiga

Pembuat smartphone biasanya memiliki launcher sendiri. Misal ASUS memiliki launcher ASUS. Diantara banyak pembuat smartphone, ada yang launchernya memang “berat” dari sononya. Coba gunakan “Nova Launcher, “Apex Launcher,” atau Go Launcher EX” untuk menggantikannya.

  • Factory data reset

Ini adalah pilihan terakhir untuk dilakukan. Untuk menyelesaikan beberapa masalah seperti Google Play yang gagal mendapat sinyal internetpun, bisa diselesaikan dengan cara ini. Tetapi, ini adalah pilihan terakhir. Kita pasti kehilangan semua setting serta data kita. Jadi, semua perlu kita backup dahulu.

Jika ingin factory reset kita bisa melakukan dengan “Settings > Backup & reset > Factory data reset.”

Reset ini juga membersihkan semua sampah yang menumpuk di Smartphone kita. Serta, bisa menyembuhkan masalah Apps yang tidak mau membuka dan sebagainya.

  • Overclock Android

Ada alasan beberapa merk smartphone dengan spesifikasi sama bisa berjalan lebih cepat. Ini karena pabrik smartphonenya mengeset kecepatan yang lebih tinggi untuk smartphone mereka. Sedangkan, beberapa mengurangi kecepatan untuk menambah usia baterai atau mengurangi panas.

Jika kita mau me root Android kita, kita bisa mengoverclocknya juga. Kita bisa menggunalan apps seperti SetCPU atau Android Overclock. Tetapi, lebih baik kita berhati – hati melakukannya.

Nah, itulah beberapa tips untuk membuat smartphone Android menjadi lebih cepat. Semoga bermanfaat. Salam.

5/5 (1)

Please rate this

Share this
13 Sep

Bagaimana Cara Mematikan Auto Correct Pada Android

Bagi yang bertanya bagaimana cara mematikan fitur Auto Correct pada Android, begini caranya.

Auto Correct pada Android mungkin niatnya memang bagus. Fitur itu membantu kita mengetik dengan mengeluarkan kata – kata yang diprediksi akan kita ketikkan. Tetapi, sering juga kita mengetikkan kata – kata yang bukan sesuai prediksi Android. Atau, kita juga ingin mengetikkan kata – kata dalam bahasa daerah atau menyelipkan istilah tertentu.

Kalau sudah begitu, kita yang dibuat repot. Android membuat kata – kata tadi berubah menjadi kata Indonesia yang baku. Untuk chatting dengan bahasa daerah jelas ribet sekali. Kita harus mengetik ulang kata – kata tadi supaya muncul dengan kata – kata aslinya.

Kemudian, Android akan meminta apakah kata – kata bahasa daerah yang diketik ulang tadi akan dimasukkan dalam perpustakaan atau tidak.

Yang jelas, hasil akhirnya membuat pengetikan menjadi jauh lebih lama.

Jadi, meskipun niatnya baik, fitur ini bisa terasa menjengkelkan jika kita memakainya tidak hanya untuk 1 bahasa saja atau menggunakan istilah dan singkatan.

Kemudian, kita ingin mematikan fitur ini. Ya, minimal sampai Android punya kemampuan memprediksi berbagai kata dari campuran berbagai bahasa atau punya dokumentasi istilah yang lebih lengkap lagi.

Ini caranya:

Untuk pengguna Android 5.0.2 Lolipop

Jika versi Android Anda berbeda, mungkin ada beberapa tombol yang terlihat berbeda.

Cara yang ditulis ini berlaku untuk aplikasi Samsung keyboard AOSP dan Google Keyboard yang asli. Jika untuk Samsung misalnya, pada versi Lolipop 5.1.1 dibekali aplikasi Samsung keyboard atau Android Keyboard AOSP saja.

  1. Untuk pengguna keyboard AOSP, Cara menghilangkan fitur autotext:
  • Buka tab “pengaturan.”
  • Pilih “Bahasa dan Masukan.”
  • Pilih “Keyboard Android.” (AOSP).
  • Pada jendela “Setelan Keyboard Android, pilih “Koreksi Teks.”
  • Pilih “Koreksi Otomatis.”
  • Matikan dengan menggeser kekiri.

Jika tombol mati, maka warnanya menjadi hitam. Yang aktif tombolnya berwarna hijau. (Untuk versi Android lain bisa berupa menghilangkan centang).

Cara Menghilangkan Autotext Android AOSP Keyboard Samsung

  1. Cara mematikan Auto Correct / Auto Text di Google Keyboard Android asli:
  • Masuk ke “Setting.”
  • Pilih “Languange and Input.”
  • Pilih “Google Keyboard.”
  • Setelah jendela “Google Keyboard” terbuka,
  • Pilih “Text Correction.”
  • Kemudian, pilih “Show Correction Sugestions.”
  • Geser tombol hijau pada “Show Correction Sugestions” dan tombol “Auto Correction” kekiri.

Jika warnanya sudah hitam, maka kedua tombol sudah tidak aktif lagi.

Cara Menghilangkan Auto Correct Android Smartphone

Bagi saya pribadi yang sering menggunakan WA dalam bahasa daerah serta bahasa Indonesia, fitur ini cukup mengganggu pemandangan. Layar smartphone yang kecil akan tertutup oleh saran kata yang dibuat oleh Android. Belum lagi fitur Auto Correction akan mengoreksi kata – kata yang salah.

Nah, jika kata – kata saya dalam bahasa daerah, pastilah akan menjadi salah.Auto Correction pasti membuat kata – kata saya berubah menjadi kata Bahasa Indonesia.  Termasuk singkatan seperti dsb, dll yang pasti diubah. Padahal kata – kata ini penting untuk mempercepat pengiriman pesan.

Akhirnya saya harus mengetik ulang lagi. Hasilnya membuat proses merespon WA dan sebagainya menjadi jauh lebih lambat.

5/5 (1)

Please rate this

Share this

© 2016 Lawang Techno Jasa Pembuatan Website. All rights reserved. Alamat: Jl. Waringin Sari, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 Telepon:(0274) 2801204 Jam Kerja · 08.00–17.00

Call Now
Whatsapp CS1