24 Sep

Cara Blog Diterima Adsense dengan Cepat

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Bagaimana cara blog diterima Adsense dengan cepat?

Jika Anda menanyakan hal ini, maka Anda sudah berada ditempat yang tepat. Saya pribadi sudah perhan membuat akun Google Adsense hingga 4 kali sejak tahun 2008. 3 dari akun ini masih aktif hingga 2018 ini. Yang 1 kena banned massal pada 2012 lalu karena tidak mengindahkan TOS Google.

Nah, intinya, saya bisa mendaftarkan beberapa akun Adsense untuk blog dengan cara yang sama. Yang bisa saya ulang – ulang lagi.

Jadi, ada tips tentang bagaimana cara blog diterima adsense. Dan sekaligus beberapa tips supaya akun Adsense kita aman dari banned.

Yang penting, jangan melanggar TOS mereka. Ini penting karena iklan Adsense (yang berbahasa Inggris) nilainya 10 kali nilai iklan online murah lain seperti chitika dan kawan – kawan.

Jika kita ingin usaha kita membuat konten dihargai secara layak, maka silahkan mendapatkan Adsense sekaligus berusaha mempertahankannya.

Begini cara blog diterima Adsense:

  • Membaca TOS Adsense secara detail.
  • Menggunakan Top Level Domain (TLD) atau nama domain berbayar. Jangan pakai namasendiri.blogspot.com atau namasendiri.wordpress.com.
  • Panjang artikel minimal 350 kata.
  • Usia minimal 18 tahun.
  • Bukan tentang perjudian, penjualan minuman keras dan obat – obatan. Termasuk obat pelangsing dan semacamnya.
  • Umur blog minimal 6 bulan (bisa diakali jika masih 2 bulan).
  • Buat menu about me, contact me, privacy policy serta disclaimer.
  • Tidak menampilkan pronografi atau semi pornografi ( bisa lihat langsung di TOS Adsense). Tidak menampilkan artikel atau gambar yang menjurus ke pronografi.
  • Tampilkan iklan maksimal 30% dari area situs yang terlihat. Maksimal satu iklan sekali scroll. 
  • Jumlah artikel sih tidak ada minimal. Tetapi lebih bagus jika pengunjung sudah diatas 50 orang sehari. (jadi, jumlah artikelnya juga sudah lumayan sih sebenarnya). Jika memaksa dengan jumlah pengunjung yang lebih sedikit, maka kemungkinan ditolak lebih besar.
  • Jangan diberi backlink dari website yang terkait dengan perjudian, pornografi atau yang menjurus pronografi.
  • Situs jangan diberi backlink dari website yang terkait perdagangan senjata serta website lain yang tidak bisa diterima Adsennse.
  • Jangan memberi link ke website – website seperti diatas.
  • Jangan dipasang di web yang diberi “frame”, iklan “melayang” atau dibuat transparan, pop-up atau akal – akalan lain supaya terklik langsung.
  • Jangan dicampur dengan layanan iklan lain yang dilarang Google, misal ada popup.
  • Jika membeli akun Adsense, cocokan penghasilan yang Anda terima agar sesuai dengan sejarah akun yang Anda beli. 
  • Jangan menggunakan 2 alamat yang sama untuk pendaftaran Adsense.
  • Jika sudah diterima, “tidak ada batasan” berapa blog yang bisa diberi Adsense. Tetapi, setiap blog yang dipasang Adsense harus memenuhi TOS Adsense. Jika tidak, bisa kena banned semua.

Penjelasan:

  • Membaca TOS Adsense secara detail.

Ini sebenarnya hal yang paling penting. Ada peraturan yang banyak disini. Kalau hanya dicentang bahwa kita setuju TOS mereka, kita tidak akan tahu apa saja yang dilarang serta berapa batasannya. Kalau nggak dipenuhi batasannya ya bisa ditolak.

Kalau sudah terlanjur diterima, bisa kena banned.

Apa bedanya orang yang mau baca TOS dengan yang tidak?

Banyak teman yang pernah merasakan banned massal Adsense di tahun – tahun yang lampau. Tetapi, saya membaca TOS mereka setiap bulan secara detail untuk tahu jika ada perubahan disana. Jadi, akun Adsense saya yang saya buat sejak 2008 masih aman sampai sekarang.

  • Menggunakan Top Level Domain (TLD) atau nama domain berbayar.

Untuk Google Adsense untuk blog, mereka meminta sebuah blog dengan TLD sendiri. Kita mesti melakukan investasi untuk pembelian TLD. Saat ini harganya sekitar 140 sd 160 ribu rupiah. Gunakan TLD .com yang mudah diterima oleh adsense.

Untuk yang berminat untuk membeli domain aged atau domain lama, pastikan nama domain yang kita pilih belum kena banned oleh Google. Domain lama ini juga sebaiknya dicek apakah masih bisa dipasang Adsense atau tidak.

Untuk mengecek nama domain yang sudah kena banned:

ketik: “site:namadomainyangdicek.com” di halaman pencarian Google.

Jika namadomainyangdicek.com tidak muncul secara langsung, maka nama domain ini sudah di banned oleh Google.

Lihat kedua gambar dibawah: yang pertama adalah gambar hasil pencarian nama domain yang masih bisa dibeli.

ciri nama domain aged yang bagus

Hasil pencarian insurforu.com menunjukkan ada hasil “www.insurforu.com” disana. Jadi nama domain ini pastinya belum dibanned oleh Google.

ciri nama domain yang sudah dibanned google

Hasil pada domain kedua ini sudah tidak menunjukkan adanya nama domain “www.home-02.com.” Yang ada adalah kalimat bahwa nama domain ini dijual dan alamat yang ada adalah alamat penjualnya saja. Nama domain diatas sebenarnya nama domain saya sendiri. Waktu itu tidak saya perpanjang. Dibeli orang lalu kena banned setelah 3 tahun.

Atau ciri nama domain yang sudah di banned seperti dibawah ini:

ciri nama domain yang sudah dibanned google 2

Pastikan Anda membeli nama domain yang hasil pencariannya seperti yang pertama saja.

Meskipun begitu, nama domain seperti yang pertama belum tentu bisa dipasang iklan Google Adsense.

Ada nama – nama domain tertentu yang pernah digunakan untuk blog atau website yang tidak sesuai layanan Adsense. Jadi, nama domain mereka yang kita pakai pasti akan ditolak oleh Google Adsense. Kita bisa saja mengirim surat ke Google supaya diaktifkan. Tetapi jelas repotlah.

Ada beberapa website untuk mengecek apakah nama domain masih bisa digunakan untuk Adsense atau tidak. Silahkan dicek saja meskipun di tahun 2015 saja sudah tidak terlalu akurat hasilnya, apalagi sekarang di 2018.

Membeli aged domain atas resiko sendiri. Saya melakukannya tetapi tidak komplain jika ternyata hasilnya jelek.

Kalau untuk domain baru, tidak ada masalah.

  • Panjang artikel minimal 350 kata.

TOS Google menyatakan bahwa artikel kita harus 300 kata atau lebih. Untuk amannya kita gunakan 350 kata saja.

Sebenarnya, selain bagus untuk Google Adsense, artikel lengkap yang memiliki sistematika bagus lebih mudah masuk rangking atas di pencarian Google. Hasilnya ya lebih banyak pengunjung.

  • Usia minimal 18 tahun.

Kebijakan ini mungkin berkaitan dengan alasan kepemilikan KTP atau kedewasaan untuk penulisan konten.

  • Bukan tentang perjudian, penjualan minuman keras dan obat – obatan.

Situs tentang perjudian, penjualan minuman keras dan obat – obatan tidak bisa dipasang Adsense meskipun situsnya bisa mendapat rangking tinggi di halaman depan.

Google mendukung konten mereka disisi SEO atau Search Engine Optimization. Tetapi tidak mendukung mereka dalam hal akurasi obat – obatan dan penjualan minuman keras.

  • Umur blog minimal 6 bulan.

Minimal, terlihat seperti usia 6 bulan. Jika belum 6 bulan gunakan fasilitas untuk memposting terbalik setiap post Anda di WordPress.

Caranya adalah memberikan tanggal posting 6 bulan yang lalu atau lebih.

Gunakan pola posting yang terlihat acak pada 6 bulan itu. Jadi posting kita terlihat seperti posting alamiah, yang memang belum beraturan. Tetapi, jangan kumpulkan juga banyak posting di tanggal yang berdekatan.

Nah, disini kita akan butuh konten atau artikel yang jumlahnya bisa “disebar” untuk posting dalam 6 bulan dan masih terlihat natural. Saran saya sih, minimal 30 konten supaya mudah “menyebarkannya ke rentang 6 bulan itu.”

  • Buat menu about me, contact me, privacy policy serta disclaimer.

Menu – menu ini penting untuk Google Adsense. Gunakan juga privacy policy yang sudah comply dengan DCMA atau privacy policy versi Uni Eropa.

  • Tidak menampilkan pronografi atau semi pornografi.

Jangan suka posting orang yang bajunya terlihat minim. Ini bisa kena banned. Sebaiknya jangan dibantah bahwa ini bukan pronografi. Google yang menentukannya ya, bukan kita.

Saya memiliki akun Adsense yang aktif sejak lama. Teman – teman lain ada yang kena banned dan menyalahkan Google.

Intinya, kita mesti baca TOS mereka secara detail dan mematuhinya.

  • Tampilkan iklan maksimal 30% dari area situs yang terlihat. Maksimal satu iklan sekali scroll. 

Iklan Adsense kita sebaiknya menempati 30% dari seluruh area yang terlihat di layar. Jika lebih besar akan mengganggu pemandangan dan membuat chrome memblokirnya. Adsense kita tidak diblokir tapi web kita diblokir browser Google chrome.

Kemudian. Kita hanya bisa menampilkan 1 iklan untuk 1 scrool di mode mobile phone. Lebih banyak dari itu pasti diminta membetulkan saat mendaftar. Jika sudah terdaftar, pasti cuma mengundang banned saja.

Pada jaman dahulu sebelum tahun 2016, ada batasan maksimal 3 iklan Adsense untuk 1 halaman posting. Tidak peduli berapa panjangnya post tersebut. Jadi posting 5000 katapun tetap maksimal 3 Adsense.

Setelah tahun 2016, batasan itu dihilangkan. Tetapi, batasannya masih ambigu. Google menyatakan kurang lebih dengan jumlah yang “sesuai” dengan jumlah kontennya. Tetapi, akhir 2016 mereka merevisinya dengan kata – kata yang lebih jelas. Maksimal 1 Adsense untuk 1 kali scroll. Ini berlaku di halaman web versi mobile (smartphone).

Jadi versi desktopnya menyesuaikan saja penempatan iklan Adsensenya.

yang gampang, jika kita lihat iklan adsense kita di smartphone, janmgan sampai tampil lebih dari sekali jika kita scroll. Yang di desktop biasanya aman. Biasanya ya, kecuali layout Anda aneh – aneh. Batasannya? ya, kita ambil angka 30% yang tadi saja.

  • Jumlah artikel sih tidak ada minimal. Tetapi lebih bagus jika pengunjung sudah diatas 50 orang sehari.

Jika jumlah pengunjung kita sudah 50 orang sehari, biasanya mudah untuk diterima. Kalau saya sendiri sih biasanya artikel sudah 200 an serta pengunjung diatas 70 an orang sehari. Biasanya langsung diterima saat mendaftarkan kaun untuk sendiri atau untuk orang lain. Dahulu, saya punya “bahan” blog dengan konten yang cukup oke yang bisa saya daftarkan untuk mendapat beberapa akun Adsense.

  • Jangan diberi backlink dari website yang terkait dengan perjudian, pornografi atau yang menjurus pronografi.

Jika website perjudian dan pornografi tidak bisa diterima oleh Google Adsense, maka jangan sampai ada backlink dari sana yang masuk ke situs kita.

Dampak negatifnya ada 2. Yang pertama akun Adsense bisa kena banned. Yang kedua, rangking blog pasti turun karena dianggap sebagai SPAM. Jika linknya banyak sekali, situs bisa kena banned juga bukan cuma Adsensenya.

Cara menghindarinya?

  • Jangan mencari backlink disana.
  • Masuk ke Google Webmaster Tools dan gunakan disavow link.
  • Silahkan membaca petunjuknya disana.
  • Situs jangan diberi backlink dari website yang terkait perdagangan senjata serta website lain yang tidak bisa diterima Adsennse.

Semua situs yang jenis kontennya tidak bisa diterima oleh Google Adsense bukan merupakan sumber backlink yang bagus bagi blog Adsense kita. Ini intinya.

  • Jangan memberi link ke website – website seperti diatas.

Sebaliknya, Kita jangan ikut “mensponsori” mereka dengan memberikan backlink kita kesana. Meskipun, link kita itu menggunakan “nofollow” link.

  • Jangan dipasang di web yang diberi “frame”, iklan “melayang” atau dibuat transparan, pop-up atau akal – akalan lain supaya terklik langsung.

Jangan memasang iklan Adsense di website yang ada “framenya.” Jadi, tampilan yang ada beda dengan alamat website aslinya. Kemudian jangan memasang iklan Adsense secara “floating” atau “melayang” supaya tetap terlihat didepan.

Atau, kita juga dilarang membuat iklan Adsense kita transparan dan kita buat menutupi bambar atau hal lain yang menarik. Jika ada orang yang mengklik gambar tadi, yang kena adalah iklan adsense kita.

Jangan membuat iklan Adsense kita tampil di pop-up.

Selain itu, jangan sampai penempatan iklan Adsense kita terpotong oleh elemen web lain. Iklan Adsense yang tidak tampil utuh bisa membuat masalah.

  • Jangan dicampur dengan layanan iklan lain yang dilarang Google, misal ada popup.

Tidak boleh mencampur iklan Adsense dengan iklan popup. Google benci iklan popup.

Kita masih bisa mencampur iklan Adsense dengan iklan affiliate dari Amazon.com. Saya pernah melakukannya dengan aman bertahun – tahun. Saat inipun 2018 masih aman. Tetapi, jangan dicampur iklan yang aneh – aneh dan terlihat Spam.

  • Jika membeli akun Adsense, cocokan penghasilan yang Anda terima agar sesuai dengan sejarah akun yang Anda beli.

Membeli iklan Adsense tidak direkomendasikan. Akun bug apalagi. Pasti mudah kena banned.

Jika kita membeli akun Adsense, pastikan sejarah penghasilan akun yang Anda beli. Jika akun lama dan biasanya hanya menerima hasil ratusan dolar, jangan langsung pasang di situs yang penghasilannya mencapai ribuan dolar sebulan.

Mengapa? ini kita hitung seperti kewajaran akun bank saja. Jika biasanya hanya ada uang 20 juta, maka akan mencurigakan jika tiba – tiba menerima uang puluhan juta sebulan.

  • Jangan menggunakan 2 alamat yang sama untuk pendaftaran Adsense.

Google tidak mau ada satu orang punya 2 akun Adsense. Jika kakak atau adik Anda mendaftar Adsense dengan alamat yang sama dengan Anda, pasti ditolak.

Jika belum ditolak didepan, ya bisa – bisa kena banned dibelakang.

  • Jika sudah diterima, “tidak ada batasan” berapa blog yang bisa diberi Adsense.

Kata “tidak ada batasan” saya beri tanda petik. Sebenarnya kita bisa menempatkan iklan Adsense di puluhan situs sekaligus. Ada teman yang menempatkannya di ratusan situs.

Yang perlu diingat, kualitas dan konten setiap situs kita harus memenuhi TOS Adsense.

Tetapi yang kita hitung adalah kesanggupan kita memelihara semua situs kita.

Situs yang tidak update akan menurun jumlah pengunjungnya secara perlahan. Pengalaman penulis, update situs dan backlink perlu keseimbangan. Kita bisa memberi backlink situs kita secara teratur. Tetapi tanpa update hasilnya kan stagnan. Begitu juga sebaliknya.

Kesimpulan

Mendaftar Google Adsense sebenarnya tidak terlalu sulit. Kita hanya perlu blog umur 6 bulan, atau bisa diakali. Kita perlu artikel 350 kata minimal, serta menjauhi hal – hal berbau pornografi, penjualan obat – obatan serta senjata api.

Kita juga tidak boleh menempatkan Adsense kita di situs yang ada iklan pop-up nya. Atau ada fasilitas pop-up yang lain.

Untuk blogger pemula yang belum belajar koding atau permograman komputer, malah lebih aman karena tidak terpancing untuk menempatkan iklan Adsense kita di tempat aneh – aneh seperti dibuat menjadi iklan pop-up supaya mudah diklik.

Inilah sedikit tips tentang bagaimana cara blog diterima Adsense dan sekaligus beberapa tips untuk mempertahankannya (tidak kena banned). Semoga bermanfaat. Salam sukses!

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply