24 Jul

Bendungan Kamijoro – Taman Indah Instagramable di Kulonprogo

Bendungan Kamijoro

Bendungan Kamijoro adalah bendungan irigasi yang baru selesai dibangun pada tahun 2018 lalu. Letaknya di Dusun Kaliwiru, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo.

Bendungan Kamijoro memang merupakan tempat wisata baru di Jogja. Sepertinya kota ini memang tidak pernah kekurangan tempat wisata. Arealnya sekitar 40.000 meter persegi lebih atau 4 hektar lebih. Selain bendungan, fasilitas ini memiliki jembatan, tempat permainan anak, taman serta calon kebun buah – buahan.

Saat ini, kebun ini pohon – pohonnya memang masih kecil. Tetapi, akan besar dan berbuah juga beberapa tahun lagi.

Daya tarik utama bendungan ini adalah pemandangannya. Lokasinya yang berada dipinggir sungai sengaja dibangun agak ketengah sungai. Ada sensasi air disekeliling kita. Sepanjang mata memandang, sungai progo mengalir dari utara menuju ke Samudra Hindia di selatan.

Bendungan Kamijoro via Instagramdhian_hardjodisastro

Bendungan Kamijoro via Instagramdhian_hardjodisastro

Pintu masuk Bendungan ini ada 2 sebenarnya. Bagian pintu bendungan di area Kamijoro, di sisi Kabupaten Bantul di timur serta pintu di sisi barat, di sisi Kabupaten Kulonprogo.

Plaza taman dan area rekreasi lainnya dibangun di sebelah barat. Ini karena area ini dahulu hanya tanah pekarangan terbuka dan penduduknya lebih mudah membebaskan tanah untuk proyek ini. Untuk sisi timur, area yang ada adalah area pemukiman.

Tempat di timur ini ada di wilayah desa Kamijoro, Pajangan Bantul. Wilayah baratnya ada di Desa Kaliwiru, Kecamatan Sentolo Kulonprogo.

Keduanya dipisahkan Sungai Progo. Dan, dihubungkan dengan jembatan trendi dengan rangka baja berwarna merah.

Meskipun saat ini masih terasa panas, tetapi pemandangan ini memberikan kesan lapang untuk mata kita. Sungai dan laut dengan batas air biru dan langit.

Sebenarnya, di daerah bantul dan kulonprogo sendiri saat ini sudah banyak objek wisata baru yang indah. Pantai baru yang teduh atau banyak taman bunga dan lainnya. Tetapi, disini, bendung Kamijoro memberikan nuansa berbeda.

Menyeberangi jembatan yang membelah sungai terbesar di Jogja ini saja sudah menyenangkan. Biasanya kita menyeberangi sungai dengan kendaraan. Sekarang, bisa berjalan kaki sambil menikmati gemuruh air di bawah jembatan.

Bendungan-Kamijoro-via Instagram by dhian_hardjodisastro

Bendungan-Kamijoro-via Instagram by dhian_hardjodisastro

Jembatan ini sendiri sebenarnya adalah jembatan kontrol. Jadi memiliki pintu air juga. Bendung Kamijoro saat ini belum sepenuhnya selesai. Proses finishing ditargetkan selesai akhir tahun 2019 ini.

Meskipun begitu, hal ini tidak menghalangi ribuan orang untuk datang. Keluarga, remaja dan semua golongan hadir untuk merasakan sensasi wisata baru diatas air ini.

Kini ada plaza taman, kebun buah serta sebuah area terbuka yang cocok untuk berfoto ria.

Setelah melewati jembatan, kita bisa langsung menuju sebuah Dome terbuka yang memberikan satu – satunya keteduhan disana. Saat ini memang bendung ini masih belum selesai. Jadi, membawa payung atau memakai topi disarankan jika berkunjung kesana.

Tambahan lagi, Anda bisa berkunjung sore hari untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik. Plus, bisa menikmati pemandangan matahari terbenam.

Bagi keluarga dengan anak kecil, taman permainan biasanya menjadi tujuan pertama.

Bendungan ini ada sejak jaman kolonial dan dibangun lagi sejak 2016 oleh kementrian PUPR. Pelaksananya adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Beberapa Fakta Bendungan Kamijoro

Tidak hanya indah, bendung Kamijoro memiliki fakta – fakta yang tidak kalah menarik. Diantaranya adalah:

  • Bendung ini dibangun sejak masa belanda

Bendungan ini dibangun pada masa kolonial belanda. Pembangunnya adalah seorang keturunan Belanda – Jerman pada tahun 1924. Saat itu, di Jogja pemerintahannya adalah Sultan HB 8 ( HB VIII ) . Bendungan ini sebelum dibangun ulang dikenal di kalangan masyarakat sebagai Dam Ngantru Kamijoro. Secara teknis, dan ini disebut sebagai intake Kamijoro. 

Pada saat itu, wilayah sekitar Kamijoro seperti Srandakan, Sanden dan Pajangan relatif kesulitan air pada musim kemarau.

Orang keturunan Belanda – Jerman ini dahulu adalah pengusaha gula. Ia membangun pabrik gula sekaligus saluran air. Tetapi, pemanfaatannya juga diperuntukkan bagi masyarakat.

Saat itu, masyarakat memanfaatkannya sebagai sumber irigasi dan berhasil memakmurkan warga.

  • Memiliki mesin penyedot lumpur buatan tahun 1900 an

Selain sebagai irigasi, bangunan ini juga memiliki mesin penyedot lumpur buatan Inggris awal abad 19.

  • Bermanfaat bagi pemerintah kolonial Belanda

Selain untuk kepentingan pribadi sang pengusaha dan masyarakat, pemerintah kolonial rupanya juga sangat berkepentingan dengan bendungan Kamijoro ini. Saat itu, ada 17 pabrik gula yang harus dilayani irigasinya. Bendungan Kamijoro inilah yang melayaninya.

  • Bendung Kamijoro membantu meningkatkan produksi pertanian hingga 270%

Bendung ini ditargetkan akan mengairi areal seluas 2370 hektar dan mampu membantu meningkatkan produksi pertanian hingga 270%. Waw, ini jumlah yang besar sekali.

Sejak dibangun, bendungan Kamijoro masih berfungsi hingga tahun 1980 an.

Bahkan, tahun 2000 pernah dikeruk oleh tentara supaya bisa berfungsi lebih baik.

Saat ini, selain sebagai sarana irigasi, bendung Kamijoro juga menjadi sumber air untuk PDAM. Kapasitasnya mencapai 500 liter per detik.

jembatan bendungan kamijoro via Instagram ermawan_

jembatan bendungan kamijoro via Instagram ermawan_

  • Menjadi benda cagar budaya

Bendung Kamijoro kini menjadi benda cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Kini, fungsi aslinya ditingkatkan dan bahkan bertambah. Selain menjadi sumber irigasi, bendung ini memang diciptakan sebagai tempat wisata.

  • Memiliki jembatan kontrol yang indah

Pada awalnya, hanya ada jembatan kontrol biasa. Kini, desain jembatan memang dirancang cocok untuk masuk ke instagram. Panjang jembatan ini 161 meter. Lebarnya sekitar 3 meter dan dibuat melintasi sungai progo. Sungai terbesar di propinsi DIY.

Jembatan ini memiliki kabel baja serta tiang berwarna merah meniru jambatan Ampera. Meskipun ukurannya lebih kecil, tetapi menjadi menarik karena desainnya artistik dan dilintasi dengan berjalan kaki.

  • Akan memiliki kebun buah – buahan

Saat ini, ada lebih dari 300 pohon buah – buahan yang ditanam di area bendungan Kamijoro. Bahkan, ikon buah kulonprogo juga ada disana. Pohon durian. Pada saatnya pohon – pohon ini berbuah, suasananya pasti lebih seru.

Playground-di-Bendungan-Kamijoro-via-Instagram

  • Kunjungan hari libur bisa lebih dari 3000 orang perhari

Kepopuleran bendungan ini mendadak melonjak karena media sosial. Saat liburan imlek lalu, pengunjungnya mencapai lebih dari 3000 orang dalam satu hari.

Para pedagang disana merasakan bahwa pendapatan sektor wisata ini melampaui pekerjaan harian sebelumnya.

Belum lagi, jika kita bicara tentang parkir, bisa mencapai hingga 6 juta sehari.

Karena itu, jika memungkinkan kunjungan sebisa mungkin dilakukan diluar hari libur.

Fasilitas bendung Kamijoro

Fasilitas yang tersedia di bendungan Kamijoro lumayan. Ada tempat ibadah, tempat parkir hingga ada warung yang dikelola masyarakat.

Harga tiket Bendungan Kamijoro

Saat ini tidak perlu membayar tiket. Tetapi, parkir perlu membayar meskipun murah. Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

bendung+kamijoro+jogja

Cara mencapai / menuju bendung Kamijoro

Minimal, dengan Google Map kita bisa mengikuti rutenya. Jika tidak, bisa dengan rute sebagai berikut:

  • Berangkat dari arah Malioboro.

Menuju titik nol KM jogja. Atau searah dengan arah lalu lintas Malioboro hingga perempatan yang ada lampu merahnya.

Sebuah perempatan yang ada Bank BNI 1946. Belok ke arah kanan atau arah bank tersebut. Setelah belok, Bank akan terlewati di sisi kiri.

  • Dari Arah Alun – alun utara atau Alun alun kidul ( alun – alun selatan ).

Ambil jalan ke Malioboro. Ke arah titik nol KM jogja. Jika ada Bank BNI 1946 disisi kiri dan kantor POS di kanan, belok kiri.

  • Menemukan MAN 2 Yogyakarta.

Terus jalan hingga menemukan MAN 2 Yogyakarta disebelah kanan jalan. Ada 5 Five Mart disebelahnya. Tempatnya hampir di pertigaan.

  • Belok kiri pada pertigaan

Setelah itu, jalan terus tidak usah belok – belok. Anda akan berjalan lurus sampai lebih dari 10 menit.

Saat ini Anda menuju Kabupaten Bantul dari arah Kotamadya Yogyakarta.

  • Menemukan Showroom Suzuki dan Gapura.

Sampai bertemu Dealer Suzuki di seberang kiri jalan. Di sebelahnya lagi ada gapura dengan tulisan Projo Taman Sari dan ADIPURA.

  • Belok ke kanan.

Terus hingga mentok. Jangan belok sebelum mentok pertigaan.

  • Belok kekiri.

  • Lewat sungai.

  • Belok kiri di pertigaan pertama setelah sungai.

  • Terus sampai mentok pertigaan lagi.

  • Silahkan bertanya pada warga tempat bendungan Kamijoro.

Beberapa tips tambahan untuk berlibur di Bendung Kamijoro

  • Berkunjung saat sore hari.

  • Anak kecil selalu diawasi. Pagar kearah sungai terlalu pendek untuk anak kecil. 

  • Memakai payung atau minimal topi.

  • Berkunjung bukan di hari libur.

  • Pulang jangan terlalu malam. Masih akan lewat hutan. 

  • Tidak membuang sampah sembarangan. 

  • Mentaati peraturan.

Menggunakan peta Google Map disini. 

Dome di Bendungan Kamijoro via Instagram dinisaogawa

Dome di Bendungan Kamijoro via Instagram dinisaogawa

Inilah ulasan tentang Bendungan Kamijoro dan sedikit panduan untuk menuju kesana.

Bendung Kamijoro memang merupakan tempat wisata baru di Yogyakarta yang trendy. Masalah dengan tempat wisata semacam ini adalah: menjadi macet di saat liburan. Tetapi, bagaimanapun Bendung Kamijoro layak untuk dikunjungi. Selamat berlibur dan sukses selalu.

Leave a reply