11 Oct

Bagaimana Cara Menghapus Uninstall Plugin WordPress Sepenuhnya

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Bagaimana cara supaya kita bisa benar – benar bisa menguninstall plugin wordpress? Mungkin sebagian orang hanya menonnaktifkannya saja, kemudian menghapusnya.

Selesai, Begitu kan?

Sayangnya tidak semua bisa selsesai begitu saja.

Plugin kita bisa menginstall menyimpan data dimana – mana tetapi sayangnya, tidak semua programer membuat script untuk menghapus semua data tersebut.

Jadi, akan ada data tertinggal disana. Hasilnya tentu saja membuat space cepat penuh serta mungkin membebani sistem.

Kira – kira plugin apa saja yang meninggalkan data?

Biasanya, plugin yang meminta input pengguna banyak yang menyimpan data.

Biasanya, plugin – plugin sebagai berikut akan menyimpan data. Meskipun plugin tipe lain juga ada yang menyimpan data.

Tipe plugin penyimpan data:

  1. Plugin Form.

  2. Plugin Cookie / Cache.

  3. Plugin SEO.

  4. Plugin Keamanan.

Dimana plugin biasanya menyimpan data?

Database wp_options menyimpan data mengenai plugin yang aktif serta setingan mereka.

Beberapa plugin bahkan membuat Custom Database Tables.

Beberapa files dan folder didalam folder wp-content mungkin dibuat oleh plugin juga.

Sekarang, kita harus tahu apa standard wordpress. Dalam arti, file standar yang ada di wordpress.

Untuk instalasi baru wordpress, biasanya ada tables sebagai berikut:

File standar wordpress:

  1. wp_commentmeta

  2. wp_comments

  3. wp_links

  4. wp_options

  5. wp_postmeta

  6. wp_posts

  7. wp_termmeta

  8. wp_terms

  9. wp_term_relationships

  10. wp_term_taxonomy

  11. wp_usermeta

  12. wp_users

Untuk pengguna wordpress multisite, kita akan mendapat beberapa file lagi:

File standard wordpress multisite:

  1. wp_blogs

  2. wp_blog_versions

  3. wp_registration_log

  4. wp_signups

  5. wp_site

  6. wp_sitemeta

Untuk prefix di database wordpress kita, mungkin saja bukan berupa: wp_ lagi jika kita tidak membuatnya berupa wp_ dari awal. Atau, bisa juga diubah oleh plugin kita.

Tetapi, kita asumsikan saja prefix database kita masih berupa wp_

Jika kita wordpress kita multisite, maka akan ada 10 an tabel lagi yang dimulai dengan wp_2_ dan sebagainya.

Isi folder wp-content standar:

Awalnya, folder ini hanya berisi index.php dan 2 subfolder lain:

  1. plugins

  2. themes

Untuk instalasi wordpress yang sudah jadi, biasanya akan ada subfolder lain yang mungkin berupa:

Isi folder wp-content non standar:

  1. languages

  2. mu-plugins

  3. upgrade

  4. uploads

Jika ada subfolder lain didalamnya, mungkin dibuat oleh plugin kita.

Plugin yang memiliki uninstaller di wp-admin:

  1. Plugin Gravity Form

  2. Plugin Wordfence

Untuk plugin Gravity Form: Apa yang disimpan?

Plugin ini membuat 9 tabel database baru berupa:

  1. wp_rg_form

  2. wp_rg_form_meta

  3. wp_rg_form_view

  4. wp_rg_incomplete_submissions

  5. wp_rg_lead

  6. wp_rg_lead_detail

  7. wp_rg_lead_detail_long

  8. wp_rg_lead_meta

  9. wp_rg_lead_notes

Bagaimana cara meng – uninstallnya:

Ke Forms –> Setting –> uninstall

Klik tombolnya dan kemudian klik OK.

Masuk ke halaman plugin dan delete plugin bersangkutan.

Apakah semua data tadi dihapus?

Kesembilan data / tabel database diatas sudah dihapus. Tetapi ada yang tertinggal di tabel wp_options.

Plugin Wordfence: Apa yang disimpan?

Plugin i ni membuat 23 tabel database.

  1. wp_wfBadLeechers

  2. wp_wfBlockedCommentLog

  3. wp_wfBlockedIPLog

  4. wp_wfBlocks7

  5. wp_wfConfig

  6. wp_wfCrawlers

  7. wp_wfFileChanges

  8. wp_wfFileMods

  9. wp_wfHits

  10. wp_wfHoover

  11. wp_wfIssues

  12. wp_wfKnownFileList

  13. wp_wfLeechers

  14. wp_wfLocs

  15. wp_wfLogins

  16. wp_wfNet404s

  17. wp_wfNotifications

  18. wp_wfPendingIssues

  19. wp_wfReverseCache

  20. wp_wfScanners

  21. wp_wfSNIPCache

  22. wp_wfStatus

  23. wp_wfVulnScanners

Plus, kita juga mendapatkan file wflogs di folder wp-content kita.

Kita bisa menghapus plugin inisecara manual atau menggunakan plugin Wordfence Assistant.

Jika menggunakan plugin, kita nonaktifkan plugin dan dan hapus biasa. Kemudian kita gunakan Wordfence assistant untuk menghapus semua data dan tabel.

Apakah semua terhapus?

Dengan plugin ini, file dan databse bisa terhapus lebih sempurna.

Plugin yang memiliki script uninstall

Plugin yang dibuat dengan baik memiliki script untuk menghapus instalasinya.

Misal:

Plugin Broken Link Checker menghapus 4 tabel database.

Relevanssi menghapus 3 tabel yang dibuatnya.

WP Rocket juga memiliki script untuk instalasi data, file dan tabel secara lengkap. Tetapi scriptnya sendiri akan tertinggal di wordpress kita.

Cara menghapus plugin dengan cara yang lain

Untuk plugin yang tidak memiliki script untuk menghapusnya, kita mengikuti saran pembuatnya untuk menghapusnya. Jika tidak ada saran apapun, kita harus menghapusnya secara manual.

NextGEN Gallery.

Ini adalah plugin terkenal dan membuat 3 tabel

  1. wp_ngg_album

  2. wp_ngg_gallery

  3. wp_ngg_pictures

Selain tabel diatas, plugin ini juga membuat sebuah folder ngg di wp-sontent.

Kita harus menghapus semua secara manual.

WooCommerce.

Plugin ini membuat 16 tabel sebagai berikut:

  1. wp_wc_download_log

  2. wp_wc_webhooks

  3. wp_woocommerce_api_keys

  4. wp_woocommerce_attribute_taxonomies

  5. wp_woocommerce_downloadable_product_permissions

  6. wp_woocommerce_log

  7. wp_woocommerce_order_itemmeta

  8. wp_woocommerce_order_items

  9. wp_woocommerce_payment_tokenmeta

  10. wp_woocommerce_payment_tokens

  11. wp_woocommerce_sessions

  12. wp_woocommerce_shipping_zones

  13. wp_woocommerce_shipping_zone_locations

  14. wp_woocommerce_shipping_zone_methods

  15. wp_woocommerce_tax_rates

  16. wp_woocommerce_tax_rate_locations

Plugin WooCommerce ini juga memberi saran untuk menambahkan sebuah baris di wp-config.php supaya bisa dibersihkan secara lengkap.

// Remove all data from WooCommerce on uninstall
define( ‘WC_REMOVE_ALL_DATA’, true)

Tetapi, hasil penghapusan plugin ini masih belum sempurna.

Plugin – plugin yang meninggalkan data di wordpress.

Ada beberapa plugin yang meninggalkan dat di wordpress setelah proses uninstal.

  • Akismet.

Plugin ini menyimpan komentar di tabel wp_sommentmeta. Dan, tergantung kepada banyak pengunjung situs kita, jumlah komentar bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu baris.

  • EWWW Image Optimizer.

Plugin ini menyimpan data tentang path ke gambar beserta detail ukuran sebelum dan sesudah kompresi.

Tabelnya masih ada jika plugin kita uninstall. Selain itu, ada folder ewww juga.

  • WP All Export.

Ada 4 tabel yang tidak bisa hilang saat plugin diuninstall. Yaitu:

  1. wp_pmxe_exports

  2. wp_pmxe_google_cats

  3. wp_pmxe_posts

  4. wp_pmxe_templates

Tabel – tabel diatas tidak hilang saat plugin diuninstall.

  • Yoast SEO

Ada 2 tabel

  1. wp_yoast_seo_links

  2. wp_yoast_seo_meta

Ada beberapa data:

wp_usermeta yang berisi beberapa nilai meta key. Misalnya wpseo_tittle.

wp_postmeta yang memuat beberapa meta key untuk berbagai id di posting kita. File – file yang ada disini antara lain adalah:

  1. _yoast_wpseo_linkdex

  2. _yoast_wpseo_title

  3. _yoast_wpseo_metadesc

  4. _yoast_wpseo_focuskw

  5. _yoast_wpseo_focuskw_text_input

  6. _yoast_wpseo_primary_category

  7. _yoast_wpseo_content_score

Semua data diatas masih tertinggal saat proses uninstall.

Tutorial / panduan cara membersihkan plugin wordpress secara lengkap.

Yang pertama, kita backup file dan database kita.

  • Menghapus halaman.

Jika plugin tadi membuat halaman, harap diingat halaman tersebut jika belum terhapus saat uninstall.

Kemudian, kita gunakan redirect 301 atau redirect permanen.

  • Menghapus tabel database.

Setiap tabel yang bukan bawaan wordpress biasanya adalah tabel buatn plugin. Cara untuk menghapusnya adalah lewat panel phpMYadmin kita.

apa saja file standard wordpress

Gunakan perintah drop, atau tombol merah disisi kanan daftar tabel – tabel tadi untuk menghapusnya.

  • Konfirmasikan. Klik Ok.

Alternatif lainnya adalah menggunakan plugin Advanced Database Cleaner. Untuk melihat tabel kita di wordpress.

Untuk versi pro, ada opsi untuk melihat tabel yang tidak punya fungsi. Untuk tabel lain, kita bisa menghapusnya jika merasa tidak membutuhkannya.

  • Menghapus file ganda di sistem kita.

Kita cek file – file kita. Jika ternyata ada yang tidak dikenal atau dibutuhkan, maka bisa kita hapus.

misalnya:

EWWW Image optimizer membuat folder ewww.

NextGEN Gallery menambahkan 2 folder sejkaligus – gallery and ngg.

WP Rocket menambahkan advanced-cache.php dan sebuah cache folder.

  • Mengecek file .htaccess.

Kita backup semuanya sebelumnya. Ini adalah file penting. Kita akan mengganti beberapa baris di dalam .htaccess kita.

cara menghapus file plugin yang tertinggal saat uninstall

Kita mencari tanda taggar (#) yang diikuti nama plugin dan hapus file diantaranya. Jika sudah, kita upload file hasil editannya.

  • Membersihkan transient dan cron job.

Data transient adalah data sementara wordpress Catatan wordpress update dan pemberitahuannya disimpan di transient ini. Transient ini biasanya sih diseting untuk kadaluarsa setelah waktu tertentu. Dan, untuk dibuat ulang lagi.

Kita bisa menggunakan plugin Transient Manager untuk melihat plugin mana yang membuat transient dan apa saja dibuatnya.

Tetapi, menghapus transient ini tidak akan menghapus semua transient. Yang milik wordpress masih ada.

Cron Job adalah tugas terjadwal yang dapat dijalankan oleh server hosting. Untuk wordpress, wordpress bisa menjalankannya melalui wp-cron.

Kita bisa menggunakan plugin WP Control untuk melihat cron jobs yang sedang berjalan dan kapan akan dilaksanakan.

cara menghapus file plugin yang tertinggal saat uninstall wp-cron

Tetapi, nama cron job tidak selalu tergantung nama plugin. Setiap developer plugin memberi nama sendiri – sendiri. Jika kita tidak yakin akan apa yang perlu kita lakukan, jangan dihapus.

  • Membersihkan database Tabel.

  • Akismet:

Kita bisa menggunakan cara pembersihan ini untuk membersihkan akismet secara teratur. Bahkan saat kita masih menggunakan akismet.

cara menghapus file plugin yang tertinggal saat uninstall akismet

Kita pasangkan

select * from wp_commentmeta where meta_key like %akismet_% di wp_commentmeta. 

Jika kita sudah mengganti prefix wp_ dengan yang lain, maka query diatas juga perlu kita ganti.

Jika menemukan beberapa baris komentar yang disimpan, kita akan jalankan query sebagai berikut:

delete from wp_commentmeta where meta_key like “%akismet_%”;

Jika sudah dihapus, maka tabel wp_commentmeta akan menjadi lebih ringan.

Yoast SEO.

Silahkan menggunakan query sebagai berikut:

select * from wp_postmeta where meta_key like “%yoast%”;

Setelah menemukan data Yoast di wp_postmeta, kita lanjtkan dengan query sebagai berikut:

delete from wp_postmeta where meta_key like “%yoast%”;

Untuk wp_usermeta, kita bisa mencoba dengan:

select * from wp_usermeta where meta_key like “%yoast%”;
delete from wp_usermeta where meta_key like “%yoast%”;

  • Tabel wp_options.

Kebanyakan plugin meninggalkan beberapa hal di wp_options. Kita bisa membersihkannya dengan menghapus langsung barus yang berkaitan dengan plugin yang ingin kita hapus.

// Ganti nama plugin menjadi nama plugin yang ingin kita hapus.
select * from wp_options where option_name like “%pluginname%”;
delete from wp_options where option_name like “%pluginname%”;

Untuk banyak kasus, hal semacam ini bisa dilakukan. Tetapi, pada beberapa kasus lain, nama baris berbeda dengan nama plugin. Misal:

  • EWWW Image Optimizer: menjadi ewwwio
  • NextGEN Gallery: Menjadi ngg
  • WooCommerce: menjadi wc

Kesimpulan:

Menghapus plugin wordpress mungkin tidak sesederhana penampakan luarnya. Jika asal menghapus, situs bisa tetap menjadi berat saat loading.

Please rate this



Share this

Leave a reply