04 Jun

Apa Yang Dimaksud dengan Bridge dan Apa Fungsinya pada Jaringan Komputer

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Jika Anda pernah mendengar tentang bridge, Anda mungkin ingin tahu apa yang dimaksud dengan bridge dan fungsinya pada sebuah jaringan komputer.

Bridge berfungsi sebagai penghubung antar jaringan LAN atau local area network. Jaringan ini mengatasi keterbatasan yang dimiliki jaringan fisik.

Bridge berfungsi meneruskan komunikasi antar jaringan LAN melalui jaringan nirkabel.

Bayangkan apabila kita memiliki kantor di sebuah perusahaan besar. Kantor kita memiliki beberapa bangunan. Kemudian, tiap bangunan memiliki jaringan LAN sendiri. Jika kita menyambungkan jaringan LAN tersebut dengan kabel, tentunya harga yang kita dapat akan senmakin mahal.

Ini belum jika kita bisara soal mesalah teknis yang bisa kita hadapi. Secara umum, jika ada satu yang mendapat masalah biasanya semua komputer di jaringan tersebut menjadi bermasalah.

Apa itu Bridge

Pengertian bridge adalah semacam “jembatan jaringan” untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan. Bridge memiliki kemampuan menyambungkan antar jaringan LAN atau jaringan yang berbeda seperti ethernet. Bridge secara otomatis akan memetakan setiap titik alamat ethernet pada tiap segmen. Bridge menyeleksi dan memperbolehkan hanya data yang diperlukan saja yang bisa melewati jaringan.

Sebenarnya, untuk mengatasi permasalahan seperti ini, kita bisa menggunakan repeater dan router selain menggunakan bridge. Baik repeater atau router sama – sama meneruskan transmisi data, tetapi ada bedanya.
Untuk repeater, repeater bekerja pada lapisan fisik. Repeater juga termasuk “bodoh” karena tidak mengetahui data yang ditransmisikannya.

Repeater hanya meneruskan data saja setelah mengamplifikasi datanya. Repeater tidak mampu membaca data yang melewatinya. Bridge dilain pihak, mampu membaca sinyal yang datang dan menemukan adress setiap komputer yang terhubung.
Router bekerja pada lapisan jaringan. Sedangkan bridge, bekerja pada lapisan cata link model OSI (open System Interconnection).

Fungsi Bridge

Bridge berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan serta memecah jaringan besar menjadi jaringan kecil. Bridge bisa menurunkan beban jaringan sehingga performa meningkat.
Sebagai penghungung jaringan, bridge memiliki keuntungan, diantaranya:

1. Mempertahankan otonomi jaringan

Jika setiap jaringan LAN untuk tiap gedung universitas memiliki fungsi berbeda, mereka bisa tetap terhubung secara independen dengan bridge.

2. Mampu menghubungkan jaringan jarak jauh

Untuk universita atau gedung pabrik yang luas, ajan lebih mahal menghubungkan semua jaringan internet melalui kabel. Disini, bridge bisa menggantikan instalasi kabel dengan lebih praktis.

3. Meringankan beban jaringan

Bridge memungkinkan untuk membangun 2 jaringan LAN untuk melayani jaringan yang sibuk. Jika sebuah server banyak digunakan oleh para pegawai pabrik, maka lebih baik membuat 2 server saja dengan koneksi bridge.

Kelebihan serta kekurangan Bridge

Untuk kelebihan, bridge hanya memungkinkan trasnmisi dari satu protokol ke protokol lainnya tapi tidak melalui jalur protokol berbeda. Ini karena bridge bekerja di lapisan data link.

Kemudian, bridge bisa bekerja di protokol semacam NetBEUI dan LAT. Untuk kedua protokol ini, router tidak compatibel.

Untuk kekurangannya, bridge tidak mampu mentransmisikan data lintas protokol. Lalu, bridge juga hanya memiliki kecepatan 10 MBPS saja. Tidak terlalu cepat untuk jaringan besar. kecepatam 10 MBPS barangkali cukup untuk sebuah kantor atau departemen kecil. Tetapi jika jumlah pengguna banyak, koneksi ini pastinya akan terasa lamban.

Yang terakhir, bridge tidak mampu menterjemahkan komunikasi dua protokol yang berbeda. Bridge hanya meneruskan transmisi saja.

Please rate this



Share this

Leave a reply