29 Sep

Apa itu Video Codec dan Cara Kerjanya

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Apa itu Video Codec dan Cara Kerjanya

Pernahkan Anda mendownload film atau video di laptop, kemudian ternyata tidak bisa dibuka atau tidak bisa tampil di komputer.

Alasannya adalah karena codec audio atau video codec tidak mendukung. Saat pertama kali mengalamai hal semacam itu, saya tidak bertanya apa – apa dan biasanya saya hanya mengganti player saja.

Tetapi, jika semua player tidak bisa membuka file tersebut, maka file videonya saya konversi saja ke format yang biasanya bisa dibuka di komputer saya.

Misalnya, saya mengkonversi file ke format MKV yang mudah dibuka di komputer saya.

Tetapi, ternyata tidak semua file video yang saya konversi ke MKV pasti akan terbuka.

Jika sudah begini, saat itu saya hanya menyimpulkan bahwa file tersebut rusak.

Sekarang, saya sudah tahu jawabannya.

Ini karena codec berbeda dengan format video. Format video adalah kontainer atau wadah untuk menampung video serta konten lainnya disana. Termasuk konten audio.

Kontainer inilah yang menyediakan cara bagaimana semua konten konten tadi disinkronkan supaya tampil selaras sebagai film yang utuh.

Jika kita mengedit film, kita bisa memisahkan video dengan suaranya bukan?

Sekarang tentang codec.

Bagaimana cara kerja video codec.

Silahkan meihat gambar dibawah ini:

cara kerja video codec video audio

Codec mulai bekerja saat kita menekan tombol rekam di kamera kita. Saat kita merekam, sebua video codec bekerja mengompress ukuran video serta meng –encoding track video kita. Disisi lain, sebuah encoding audio bekerja dengan track audio kita.

Kemudian, keduanya disinkronkan serta disimpan kedalam satu paket. Kedalam sebuah media kontainer atau kita kenal dengan format.

Beberapa format yang kita kenal diantaranya adalah MP4, FLV, 3GP dan AVI.

Ketika kita melihat file film ini di komputer, codec kembali bekerja.

Video codec men-dekompresi file video serta audio codec men-dekompresi file track audio. Kemudian, media player mengirim informasi ini ke display komputer serta speaker kita.

Mengapa proses encoding menjadi kompleks?

Ini karena cara kerja encoding itu sendiri.

Sebuah video yang dibuat oleh kamera smartphone terbaru bisa berukuran sangat besar hingga 5 GB.

Mengapa bisa begitu besar?

Katakan saja kamera kita merekam sebanyak 30 FPS.

Ini artinya ada 30 gambar setiap menitnya. Sehingga dalam 5 menit (300 detik) kamera kita mengambil 9000 frame.

Tetapi, secara realistis saja, apa yang mungkin berubah dalam 1 detik?

Langit yang kita lihat tidak akan berubah menjadi coklat dari biru dalam 1 detik. Jadi perubahan yang ada pastinya hanya smooth atau halus saja.

Nah, video codec ini akan menghilangkan frame yang redundant atau yang berganda.

Saat merekam, codec akan merekam frame original dan menghilangkan yang lain yang serupa.

Saat diputar untuk dilihat kembali, codec akan memasukkan bagian variabel ke image original.

Jika ada yang berubah, codec akan mengidentifikasi frame asli lainnya dan semua turunannya. Kemudian, mengulang prosesnya.

Algoritma ini dikenal sebagai “motion Compensation” dan merupakan salah satu cara mengompress video.

Disini, motion compensation ini hanyalah satu dari banyak hal yang dikerjakan codec secara keseluruhan.

Codec audio / suara akan bekerja menggunakan metode lainnya untuk menghilangkan informasi redundan atau berganda.

Dengan adanya codec, maka ukuran file video bisa dikurangi secara signifikan.

Apa yang terjadi jika ada informasi penting dihapus?

Bisakah video dikompresi tanpa kehilangan informasi penting?

Saat ini, semakin lama codec video semakin bagus. Kita bisa mengharapkan codec video semakin canggih dan semakin sedikit kualitas video kita yang hilang.

Bagi yang tidak ingin kualitas videonya tidak banyak hilang, ada yang disebut sebagai “lossless codecs.”

Codec ini bisa memproses video tanpa kehilangan apapun. Saat stream direkam, informasinya disimpan setiap bit sehingga sangat akurat. Tetapi, karena akurasinya, maka ukuran file output masih termasuk besar.

Inilah sedikit tulisan mengenai codec video.

Format video yang kita kenal itu sebenarnya hanya merupaka container saja. Container itulah yang menentukan bagaimana video atau audio disusun serta cara untuk menampilkannya.

Kini, container atau format video modern juga berisi konten subtitle, form hak cipta (DRM) dan sebagainya.

Jadi, mengkonversi format video bisa menyebabkan satu atau dua konten rusak atau hilang.

Akhirnya, video bisa kehilangan suara atau subtitle dan sebagainya.

Please rate this



Share this

Leave a reply