21 Jun

Apa itu Progressive Web Apps

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Apa itu progressive web apps?

PWA adalah sarana untuk membuat tampilan web lebih cepat saat dibuka di perangkat mobil. Secepat atau terasa seperti native application atau aplikasi native. Ini semua terjadi berkat cache yang dilakukan oleh PWA sehingga saat offline sekalipun, web tetap terbuka seperti halnya saat online.

Core teknologinya menggunakan apa yang disebut sebagai “Service Worker” yang mampu mengontrol aset yang akan di cache. Aplikasi ini berjalan dengan browser Chrome versi 47 keatas atau Mozila firefox versi 44 keatas. Untuk browser seperti Microsoft edge atau safari, mereka masih mengembangkan teknologinya.

Mengapa progresive web apps dikembangkan?

Sederhana saja. Kita terbiasa dengan membuka web yang cepat. lebih dari 3 detik, sebuah website sudah kita tutup dan pindah ke website lainn6ya. Nah, dengan teknologi PWA ini, sebuah website akan terbuka dengan halus, tanpa jeda bahkan saat sambungan internet terputus. Syaratnya hanya cache sudah dibuat sebelumnya. Itu saja. Jadi, kita memang harus sudah mengunjungi website bersangkutan terlebih dahulu.

Keunggulan PWA

  • Cepat

Teknologi PWA membuat loading website emnjadi cepat bahkan saat tidak ada sambungan internet. Keunggulan lain:

  • Kita tidak perlu menginstal apapun di HP smartphone kita

Kita hanya memerlukan browser yang disebutkan diatas. Teknologi ini dikembangkan pada sisi websitenya dan bukan pada sisi smartphone kita.

Selain keunggulan PWA yang tidak memerlukan instalasi apapun di smartphone, PWA bisa membuat ikon di layar utama Android.

  • Membuat ikon di layar utama

Jadi, kita tidak perlu mengetikkan alamat web yang kita kunjungi. Kita klik saja ikon tersebut dan kita akan lamgsung tersambung.

Saat ini, developer website di Indonesia menawarkan fitur ini dengan harga selangit. Apakah kami di Lawang Techno juga menawarkannya? Untuk sementara ini sih belum. Memang cara ini membuat sebuah website cepat loading han halus loadingnya. Tetapi lami akan mempelajari terlebih dahulu teknisnya sebelum menerapkannya di website buatan kami.

  • PWA Mampu memberi notifikasi

Sejak browser Chrome versi 42, Google memberikan kemampuan browser untuk memberikan notifikasi layaknya aplikasi native.

Masalah yang ada, sekarang setiap browser menggunakan API yang berbeda untuk menampilkan notifikasi. Jadi, developer website perlu melakukan koding atau penulisan program yang berbeda untuk setiap browser. Tetapi untungnya, para pengembang browser ini sudah bersepakat untuk mengembangkan API standard untuk browser mereka. Jadi, developer web hanya perlu melakukan koding sekali saja.

Saat ini, pengguna website berharapo web yang mereka kunjungi cepat loadingnya dan smooth. Scrolling serta animasi juga tetap halus. Disini, PWA memberuikan kita kesempatan mendapatkan semua.

Menulis koding atau pemrograman untuk website memerlukan pemahanan tentang HTML, JavaScript dan CSS yang baik. Bagaimana ketiga program tersebut ditangani oleh browser. Selain itu, kita juga perlu memastikan kode tersebut dan kode pihak ke 3 lainnya berjalan dengan efisien.

Mengakses web melalui perangkat mobile adalah pengalaman yang berbeda. Kita berharap website yang ringan dan tidak perlu mendownload banyak aset supaya loading menjadi cepat. Google sendiri telah lama mengeluarkan tools PageSpeed Insight untuk melihat performa web saat diakses perangkat mobile.

  • Aman

Sistem ini bekerja hanya pada website dengan sambungan SSL atau Secured Socket layer. Atau, bisa juga disebut protokol TLS (Transport Layer Security). Data yang lewat dengan sambungan SSL akan dienkripsi dan tidak bisa dipotong ditengah – tengah. Andaikata dipotong, maka data tidak bisa dibaca. Selain itu, data yang dienkripsi juga tidak bisa diinject dengan iklan oleh ISP.

  • Responsive

Website responsive adalah keharusan untuk saat ini. Faktanya, penelusuran internet dengan perangkat mobile jauh lebih banyak daripada menggunakan laptop atau komputer desktop.

Untuk sementara, di Indonesia baru ada 2 website yang menerapkan teknologi PWA ini. Yang pertama adalah BaBe dan jalantikus.com.  Kaskus juga berniat untuk menerapkannya. Tetapi, kendalanya adalah adanya berbagai macam aset oleh pengguna yang tidak cocok dengan PWA karena tidak bisa di cache.

Sebenarnya, tidak semua halaman website bisa di cache juga. Kita harus memilih halaman mana saja untuk di cache sehingga PWA bisa berjalan mulus. Hal ini berlaku untuk Kaskus dan juga website kita.

Please rate this



Share this

Leave a reply