16 May

Sekilas Tentang Smart Home, Trend Digital untuk Rumah Kita

Jasa Pembuatan Website, Jasa Pembuatan Toko Online & Jasa SEO Telp/SMS/WA : 081-804-1010 72 BBM PIN : L4W4NG

Melayani Seluruh Wilayah Indonesia, Data Data Dikirim via eMail / WA

Beberapa tahun yang lalu, mungkin 6 tahun lalu saja kita pasti kerepotan mengintegrasikan perangkat elektronik di rumah kita. Bagaimana mengatur dan mengontrol lampu di bawah tangga, mengintegrasikannya dengan CCTV dan sebagainya. Kini, perusahaan – perusahaan besar telah membuat semuanya jauh lebih mudah.

Google, Amazon, Apple dan bahkan perusahaan seperti Yonomi dan Logitech kini hadir meramaikan pasar smart home.

Jangan berfikir bahwa smart home mirip dengan IOS atau Android yang platformnya berbeda. Merk – merk besar ini memang menggunakan operating system mereka sendiri. Tetapi, mereka membuat semua terintegrasi dalam sebuah smarthome.

Setidaknya, saat membeli sebuah smart home, Anda bisa melihat label di kardus yang menyatakan “work with….” atau bisa digunakan bersama alat lain yang disebut di daftar.

Sekarang, ada beberapa merk smart home hub, atau penghubung dari beberapa alat ini yang bisa kita gunakan untuk menghubungkan berbagai peralatan pintar di rumah.

Amazon Alexa.

Awalnya, Amazon Alexa muncul berupa “Echo” smart speaker. Kini, beragam speaker dan peralatan lain telah dibuat oleh Amazon dan Alexa.

Cara bekerja peralatan Alexa sangat sederhana. Anda minta saja dia melakukan sesuatu dan Alexa akan “berbicara” kepada peralatan lain yang dikontrolnya untuk melakukan yang Anda minta. Misal, mematikan lampu depan saat siang. Atau, Anda bisa meminta informasi tentang sesuatu melalui suara juga.

Ada dua macam peralatan Alexa, smart speaker dan peralatan yang sudah built – in sistem Alexa.

Yang terakhir, bisa Anda perintahkan sendiri dengan suara secara langsung dan tentunya terintegrasi dengan sistem Alexa lainnya secara langsung.

Amazon’s Assistant menggunakan “Skill.”  Ini adalah aplikasi yang secara khusus dibuat untuk system Amazon ini. Anda bisa memainkan stasiun radio favorit dengan Tuneln radio skill. Spotofy skill bisa memilih trak lagu favorit untuk Anda. Jika ingin berita, BBC news skill bisa membaca judul berita yang ada untuk Anda.

Alexa bisa menemukan peralatan yang tersambung pada wifi yang sama dan Anda bisa menambahkannya dalam dafter perangkat. Saat ini, perangkat yang kompatibel dengan system Alexa sangat banyak dan semakin bertambah.

Sebagai tambahan, kita juga bisa membuat grup untuk perangkat kita. Kita bisa membuat grup untuk lampu di lantai bawah dan menyalakan atau mematikannya dengan satu perintah.

Apple HomeKit

HomeKit sendiri adalah framework software yang diintegrasikan dengan IOS. Ide awalnya adalah menyediakan satu kontrol untuk banyak perangkat sekaligus. Daripada memiliki berbagai aplikasi smarthome di dalam satu smartphone yang mungkin bisa merepotkan.

HomeKit akan memberi daftar perangkat yang cocok dengan sistem mereka. Mohon dicatat, hanya perangkat kelas atas yang biasanya dimasukkan di sistem Apple ini seperti halnya mereka membuat iphone dan ipad. Daftar perangkat yang kompatibel dengan sistem ini lebih terbatas dibandingkan sistem lainnya.

Sistem akan membagi perangkat berdasarkan lokasi. “Automation” memberikan kita fitur untuk membuat perangkat yang terhubung berjalan secara otomatis sesuai seting kita.

Otomatisasi ini bisa dibagi kedalam “scenes” atau Anda bisa memilih seting berdasar suasana yang Anda inginkan.

Jika Anda memakai scene “pergi,” Anda bisa mematikan lampu dan menghidupkan alarm sekaligus.

Saat main game, seting bisa kita pilih untuk mematikan lampu utama, menyalakan lampu kecil dan menyalakan Xbox.

Semua bisa diaktifkan melalui iPhone, iPad dan juga melalui suara dengan “Siri.”

Google Assistant

Google home speaker diluncurkan pada 2017. Speaker ini sebagai jawaban untuk pemimpin pasar Alexa saat itu. Saat itu, hanya ada 3 tipe saja tetapi sekarang, Google mengikutsertakan merk lain. JBL, Sony, serta LG dan Panasonic juga ikut dalam daftar speaker yang kompatibel dengan Google Asssistant.

Google assistant biasanya dibagi menjadi dua, AI butler dan smart home controls.

AI butler memungkinkan kita untuk bertanya banyak hal atau membuatnya menyelesaikan beberapa hal dengan perintah suara. Kita juga bisa bertanya tentang cuaca, penerbangan dan jadwal kereta.

Google smart home berfungsi seperti halnya Skill untuk Alexa.

Perangkat untuk Google Assistant ada dua macam seperti perangkat untuk Alexa. Yang pertama dengan sistem built-in Google dan perangkat yang bisa diperintah oleh Google.

Selain 3 diatas, ada beberapa lagi yang populer, diantaranyaadalah:

Wink, IFTTT, Samsung SmartThings serta logitech.

Jika ingin mencoba yang kurang terkenal tetapi memiliki sistem yang fleksibel, kita bisa memilih Stringify dan Yonomi.

Dengan “stringify” Anda bisa menseting otomatisasi berdasarkan “Flow” atau urutan yang kita inginkan. Kita bisa memilih sistem start berdasarkan triger atau pemicu tertentu. Kemudian beberapa peralatan akan berfungsi sesuai keperluan.

Yonomi juga tidak terkenal, tetapi sistem ini memiliki kemampuan control yang lebih baik daripada HomeKit atau Alexa yang dipadu dengan cara penggunaan yang lebih mudah.

Sekarang, smart home telah menjadi trend di dunia barat. Kini, beberapa dari kita telah menggunakannya. Berbagai perangkat pintar seperti TV dan sebagainya mulai banyak diproduksi.

Beberapa tahun lagi, perangkat smart home akan masuk dan memasyarakat di Indonesia.

 

5/5 (1)

Please rate this



Share this

Leave a reply